TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Ads

NASIONAL

KRIMINAL

PENDIDIKAN

WISATA

Selasa, 11 Agustus 2020

Puluhan Mahasiswa dan Aliansi Petani Tembakau Berdemo, Tagih Janji Politik Bupati Tentang Tata Niaga Tembakau 

Tribunnews.my.id  Pamekasan

Ratusan  massa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa dan rakyat peduli petani tembakau Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin 10 Agustus 2020, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemkab setempat.

Aksi para demonstran yang sebelumnya melakukan long martch dari areal monumen arek lancor itu, yakni menagih janji politik Bupati Pamekasan Badrut Tamam, tentang tata niaga tembakau yang selama dalam kepemimpinannya ini dinilai masih tetap tidak sesuai janjinya yang akan memberikan pembelaan nyata kepada petani tembakau.

Nur Faisal korlap aksi mengatakan, bahwa persoalan tata niaga tembakau yang sudah menjadi kasuistik sejak dulu itu hendaknya segera diselesaikan oleh Bupati Pamekasan sesuai Janji Politiknya di masa kampanye.

“Bupati hendaklah jangan hanya berjanji,sekarang haruslah bisa dibuktikan kepada petani karena petani sudah lelah dengan buaiannya dan mereka menunggu keseriusannya tersebut,” Kata Nur Faisal, salah satu Orator Aksi, Senin (10/08/2020).

Tak hanya itu, Nur Faisal menegaskan agar bagaimana Bupati Pamekasan atau Pememerintah Daerah setempat wajib menetapkan standard minimal harga tembakau 15% diatas ketentuan Break Even Poin (BEP) yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Setempat.

“BEP tidak memiliki kekekuatan hukum tetap, kalau pabrikan hanya membeli sesuai BEP petani tetap rugi,” Tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Raja’e, Wakil Bupati Pamekasan menyatakan, bahwa pemerintah tetap akan melakukan langkah-langkah upaya agar tembakau milik petani terbeli dengan harga mahal.

“Semua hal tetap kita lakukan, termasuk mempermudah izin usaha tembakau dipermudah. Ini bagian dari langkah kita bersama agar petani tembakau tidak merugi,” Terangnya.

Wakil Bupati Raja’e juga menegaskan, bahwa pihaknya berjanji akan terus melakukan pengawasan langsung tata niaga tembakau di bawah Dengan tujuan, untuk memastikan bahwa Pemerintah Daerah betul-betul serius dalam persoalan tata niaga tembakau.

(/RED).

Senin, 10 Agustus 2020

Anggaran Drainase Vertikal Desa Cigombong Disinyalir Tidak Transparan

Tribunews.my.id | Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  telah menyalurkan bantuan program prasarana dan sarana Drainase Vertikal secara tepat manfaat dan tepat guna bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan kegiatan pembangunan drainase vertikal sendiri menitikberatkan pada wilayah-wilayah rawan genangan, mengingat wilayah Kabupaten Bogor tergolong luas.

Sedangkan, untuk pengerjaannya dilaksanakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di setiap desa masing-masing yang mendapatkan program bantuan ini. Penunjukan KSM ini tentunya bertujuan agar dalam kegiatan dilapangannya berjalan lancar.

Disamping, nantinya juga KSM harus bertanggung jawab dalam hal pelaksanaan kontruksi penyediaan prasarana dan sarana Drainase Vertikal yang dibangun tersebut.

Namun, apa yang telah diintruksikan Dinas PUPR ini tidak semua dijalankan oleh KSM, seperti diduga terjadi di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan drainase vertikal tahap I dan II dengan anggaran 90 juta untuk 15 titik kegiatan sumur resapan yang dikerjakan KSM desa tersebut dipertanyakan warga sekitar.

Dimana, dalam hal ini transparansi penggunaan anggaran baik itu dalam bentuk sosialisasi maupun papan pengumuman Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak ada.

"Setau saya pelaksanaan drainase vertikal tahap satu yang baru dikerjakan 6 titik dulu itu tidak transparan karena tidak adanya papan RAB yang dipasang," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tidak hanya itu, pertanyaan lain yang disampaikan warga ini juga mengenai upah kerja yang diborongkan per satu titiknya sebesar satu juta.

"Memang upah kerja untuk satu titik pembangunan resapan air itu 1 juta atau berapa, sebab jika melihat kedalaman pada sumurnya hanya 1 meter hingga 1,60 meter, artinya kalau seperti ini perhitungan kontruksi permeternya berapa, benarkah sesuai juknis atau tidak," tanya warga.

Kasi Ekonomi dan Bangunan (Ekbang) Desa Cigombong, Adi Sucipto menyatakan anggaran drainase vertikal seluruhnya memang diperuntukan kepada kegiatan 15 titik.

"Dari jumlah itu, di tahap pertama  ini baru kita bangunkan 6 titik, sisa yang 9 titik lagi akan dikerjakan pada tahap kedua dengan nominal anggaran keseluruhannya 90 juta. Adapun  untuk upah kerja kita anggarkan 2.5 juta per titik, kegiatannya melibatkan semua unsur termasuk RT dan RW diwilayah masing-masing," tutur Adi.

Sementara, Kepala Desa Cigombong, Hendrawan saat dikonfirmasi terkait dugaan adanya pekerjaan drinase vertikal yang diborongkan tidak memberikan penjelasan akurat.

"Dalam pelaksanaan pengerjaan disana ada KSM, PLD pendamping yang ditunjuk kabupaten," singkatnya

Terpisah, ketua KSM Cigombong saat hendak dimintai keterangannya dikediamannya sedang tidak berada ditempat.

 (R.Kartolo)

DEDI RUSLAN riak kan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan ekonomi yang berkesinambungan

Tribunnews.my.id | Sukabumi

Dedi ruslan sosok ekonom kerakyatan pada minggu (9/8/2020 ) menyambangi beberapa UMKM dan peternakan yang ada di sukabumi beberapa di antaranya peternakan yang ada di daerah kelapa nunggal Kampung cingenca yakni peternakan domba moderen PT.KARNASARI PANCA UTAMI serta beberapa peternakan lain di wilayah nagrak Sukabumi.

Dengan tekad membangun daerah kelahiran Dedi Ruslan yang juga memiliki beberapa perusahaan di beberapa Wilayah di indonesia memiliki keinginan untuk fokus membangun ekonomi rakyat dalam memajukan Kabupaten Sukabumi dan hal tersebut di buktikan nya dengan membenruk team khusus dari orang orang profesional di bidang nya untuk menjadikan Sukabumi sebagai Barometer ekonomi kerakyatan di indonesia nantinya, hal itu di lihat dari besar nya potensi alam di sukabumi baik pariwisata , hasil bumi , tambang dan potensi alam lainnya.

“Saya telah berikrar akan menumbuh kembangkan seluruh potensi ekonomi kerakyatan yang ada di Sukabumi, diantaranya yaitu perkembangan usaha ternak domba dan sapi,” kata Dedi saat kunjungan di peternakan domba modern PT Karnasari Panca Utami di Kampung Cingenca, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/8/2020).
Bukan hanya peternakan, namun juga produk pertanian.

Dirinya tidak bicara di level Sukabumi saja namun ekonomi kerakyatan seperti ini patut didorong serta dijadikan percontohan di skala nasional.
“Hasil alam Sukabumi olahan singkong telah dibantu pemasarannya oleh pak Sandiaga Uno,” ungkapnya.

Dedi Ruslan turut mendukung program Sandiaga Uno, calon Wapres di Pemilu 2019 lalu ,Dalam hal mendorong ekonomi rakyat, dia juga telah memiliki segudang program di sektor pertanian dan peternakan yang nantinya akan diterapkan di Sukabumi.

Dedi menegaskan, tekadnya mendorong perekonomian berbasis kerakyatan bukan sebatas wacana dan pembahasan belaka, seluruh potensi yang ada harus menjadi prinsip ekonomi berkelanjutan untuk kemakmuran masyarakat Sukabumi.
Maju di Pilkada 2020.

Menyinggung Pilkada Sukabumi 2020, Dedi Ruslan menyatakan sikapnya bahwa pemimpin masa depan harus mampu berdikari, mandiri, serta membawa kebaikan sepenuhnya untuk masyarakat bukan atas nama pribadi atau golongan.
“Bagi saya Pilkada ini sebuah panggilan hati, dengan niat tulus ikhlas,” tegasnya.

Terkait kesiapannya menghadapi Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, Dedi Ruslan bersama tim pemenangan mengaku tetap konsisten dan terus berjuang dalam menebar kebaikan.
“Kami akan terus berupaya membangun Sukabumi dengan apa yang sudah dipetakan, dan implementasinya kami kembalikan kepada fitrah-Nya.” ungkap Dedi Ruslan.

Dedi Ruslan merupakan salah satu kandidat sebagai bakal calon Bupati /Wakil Bupati Sukabumi yang lolos dalam fit and proper test di DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Jawa Barat.

(Yopi)

Resmi Berdiri Organisasi Forum Pemuda Indonesia (Forpindo) Tepat 8 Agustus 2020 di Bundaran HI

LKI-CHANNEL , Jakarta

Dua tokoh pergerakan Jack TW. Tumewan dan Elhan Zakaria mendirikan Forum Pemuda Indonesia (Forpindo) tepat di hari Sabtu 8 Agustus 2020. Organisasi Forpindo resmi dideklarasikan tepat pukul 20.00WIB di Bundaran HI Jakarta.

"Forpindo lahir atas dasar dorongan yang kuat pemuda pemudi millenial seluruh Indonesia. Kesamaan pola pikir, pandangan kedepan dan tujuan untuk membangun Indonesia yang maju berdaya saing dan disegani dunia menjadi tolak ukur utama," kata Jack TW. Tumewan, Sabtu malam (08/08/2020).

Menurut Ketua Umum Benteng Jokowi ini, Forpindo menjadi pemantapan pemuda pemudi di daerah untuk memunculkan pemimpin-pemimpin daerah yang mampu menjadi pemimpin terbaik untuk daerahnya. Bukan hanya itu, kepemudaan akan mampu mengangkat elektabilitas dari sisi ekonomi rill masyarakat yang berkesinambungan, seperti dari sisi ekonomi kerakyatan yang mengadopsi industri digital millenial jenjang 4.0.

"Seperti halnya Ir. Joko Widodo, sebelum beliau menjadi Presiden RI, beliau menjadi Walikota Solo dengan usia Millenial. Maka dari itu Forpindo lahir untuk menjadi kawah condrodimuka bagi generasi millenial untuk menjadi pemimpin masa depan yang siap," terang pria yang disapa Bung Jak ini.

Katanya, Forpindo didirikan oleh Jak TW. Tumewan, Ketua Umum Benteng Jokowi (Bejo) dan Elhan Zakaria, Ketua Umum Generasi Muda Cinta Tanah Air. Selanjutnya kata Jak, Forpindo adalah penggabungan ide pemikiran cerdas dengan melihat bangsa ini kedepan. Dimana efek negatif pileg yang lalu harus diselesaikan dan disatukan langkah kedepan antara pendukung 01 dan 02. Karena 01+02=03 Persatuan Indonesia.

"Forum Pemuda Indonesia ini menjadi ciri dari semangat Bapak Presiden kita Jokowi, yang millenial serta mengedepankan anak anak muda untuk menduduki jabatan penting di pemerintahan, juga mengedepankan keunggulan keunggulan pemuda dalam bidang bisnis dalam rangka menghadapi era global," tandas Bung Jak.

Sementara itu Elhan Zakaria mengatakan,  dirinya melihat sosok Ksatria Prabowo Subianto, perjuangannya membangun Indonesia untuk memakmurkan negeri tiada henti, melalui pengembangan UMKM dan peningkatan entrepreneurship dikalangan pemuda Indonesia. Dirinya berpikir hal ini harus diadopsi oleh millenial, maka dari itulah dia bersepakat dengan Bung Jak untuk mendirikan dan mendeklarasikan Forpindo.

Kata Elhan sapaan akrabnya, sungguh unik dalam struktur Forpindo dan ini yang menjadi alasan khusus sehingga membludaknya permintaan KTA, sebelum dideklarasikan. Alasan millenial bergabung salah satunya, karena adanya sebutan Presiden Pemuda Indonesia.

Bahkan menurut Elhan, bukan hanya tingkat nasional, tingkat provinsi pun disebut Gubernur Pemuda Indonesia Provinsi. Selain itu juga untuk tingkat kabupaten / kota disebut Bupati Pemuda Indonesia Kabupaten dan Walikota Pemuda Indonesia Kota.

"Saya dipastikan sususan kepengurusan mengikuti sesuai dengan susunan pemerintahan yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dan menjadikan brainwash untuk pemimpin masa depan sehingga jiwa leadership terpatri sejak dini," jabarnya.

Perlu diketahui sebagai pendiri organisasi Forpindo, Bung Jak dan Elhan sangat berterimakasih sebesar-besarnya kepada generasi muda millenial dari seluruh Indonesia yang sudah menghubungi dan turut mendukung atas pen-deklarasian FORPINDO pada ini. Struktur yang sudah ada di seluruh provinsi, terbuka lebar selebar lebarnya untuk terus memupuk kekuatan Pemuda Pemudi di Daerah.

"Struktur dari seluruh Indonesia sudah ada dan saat ini sedang dalam peng-sinergi-an dan pemantapan saja untuk menjaring calon calon Bupati Pemuda dan Gubernur Pemuda," terang Elhan.

Sementara katanya, untuk Presiden Pemuda Indonesia, sampai saat ini sudah masuk 21 nama dari kalangan putra putri tokoh bangsa, putra putri aktivis, dan putra putri mahasiswa dan siswa. Namun peraturan dari pendiri Forpindo, khusus untuk Presiden Pemuda Indonesia, harus berusia dibawah 40 Tahun, karena 5 tahun menjabat akan 45 tahun dan naik menjadi penasehat.

"Sedangkan untuk struktur lainnya, yang berusia diatas 40 tahun menjadi dewan penasehat, dewan pembina, atau dewan pakar. Bagi yang berminat bergabung silahkan hubungi email FORPINDO di forpindo.info@gmail.com ," pungkas Elhan. (red)

Penulis: RB. Syafrudin Budiman, SIP.

Minggu, 09 Agustus 2020

Ketua satgas  penanganan covid-19 memberikan tiga pesan kepada tim relawan covid-19.

Ketua satuan tugas (satgas) penanganan covid-19, Doni monardo menyapa para relawan dan para koordinator bidang penanganan covid-19 di ruang sekretariat serta menyampaikan tiga pesan kepada para relawan satgas penanganan covid-19.

" yang pertama relawan diharapkan agar untuk membantu upaya pengurangan dan pencegahan penyebaran /penularan covid-19 di masyarakat.
Kedua saya sangat mengharapkan para relawan untuk membantu dalam persoalan pemetaan yang sedang terjadi di daerah, misalnya untuk mengisi kesenjangan yang belum optimal dilakukan oleh satgas di daerah. Untuk menghimbau masyarakat dan kotrol sosialisasi kemasyarakat perihal covid-19.
Yang terakhir  saya berpesan kepada semua relawan satgas penanganan covid-19 untuk menjaga kesehatan, sebab pademi ini belum dapat di ketahui sampai kapan akan berhasil" papar doni ke relawan satgas penanganan covid-19.

Penanganan covid-19 tidak terlepas dari peran relawan yang tersebar diseluruh tanah air. Relawan satgas kurang lebih 30 ribu relawan sebagi bentuk kekuatan pentaheliks mengabdi untuk mengalahkan pademi covid-19 yang masih terjadi di tengah masyarakat.

"Bagaimana cara mencegah  dan mengajak masyarakat untuk mematuhi melakukan protokol kesehatan bertujuan untuk memutus penyebaran covid didalam lingkungan masyarakat disekitar" ujar doni (9/8/2020).

Dengan langkah mengajak masyarakat agar bisa mengimbangi pemutusan mata rantai penyebaran covid-19
 "Ini suatu cara kita untuk membantu kerja para dokter" ucapnya
Doni menyampaikan upaya untuk melakukan kolaborasi bertujuan merangkul potensi yang ada di masyarakat. Seperti melibatkan tokoh masyarakat atau pun tokoh budaya itu harus ada karena pentingnya kehadiran satgas daerah hingga lingkup terkecil sampai ke tingkat RT maupun RW.

"Dengan ini kita akan menciptakan sebuah kesehatan nasional yang kuat dan tidak hanya cuma di bidang kesehatan saja"  ujar

Doni sebagai ketua Badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi terhadap penanganan covid-19. Karena kehadiran para relawan  satgas penanganan covid-19 merupakan suatu bagian dari pentaheliks penanggulangan bencana yang terdiri dari lima helikas yaitu 1.Pemerintah
2.Pakar/ akademis
3.Masyarakat
4.Lembaga usaha
5.medi massa
Bersama tim publikasi penanggulangan covid-19atgas  penanganan covid-19 memberikan tiga pesan kepada tim relawan covid-19.

Ketua satuan tugas (satgas) penanganan covid-19, Doni monardo menyapa para relawan dan para koordinator bidang penanganan covid-19 di ruang sekretariat serta menyampaikan tiga pesan kepada para relawan satgas penanganan covid-19.

" yang pertama relawan diharapkan agar untuk membantu upaya pengurangan dan pencegahan penyebaran /penularan covid-19 di masyarakat.
Kedua saya sangat mengharapkan para relawan untuk membantu dalam persoalan pemetaan yang sedang terjadi di daerah, misalnya untuk mengisi kesenjangan yang belum optimal dilakukan oleh satgas di daerah. Untuk menghimbau masyarakat dan kotrol sosialisasi kemasyarakat perihal covid-19.
Yang terakhir  saya berpesan kepada semua relawan satgas penanganan covid-19 untuk menjaga kesehatan, sebab pademi ini belum dapat di ketahui sampai kapan akan berhasil" papar doni ke relawan satgas penanganan covid-19.

Penanganan covid-19 tidak terlepas dari peran relawan yang tersebar diseluruh tanah air. Relawan satgas kurang lebih 30 ribu relawan sebagi bentuk kekuatan pentaheliks mengabdi untuk mengalahkan pademi covid-19 yang masih terjadi di tengah masyarakat.

"Bagaimana cara mencegah  dan mengajak masyarakat untuk mematuhi melakukan protokol kesehatan bertujuan untuk memutus penyebaran covid didalam lingkungan masyarakat disekitar" ujar doni (9/8/2020).

Dengan langkah mengajak masyarakat agar bisa mengimbangi pemutusan mata rantai penyebaran covid-19
 "Ini suatu cara kita untuk membantu kerja para dokter" ucapnya
Doni menyampaikan upaya untuk melakukan kolaborasi bertujuan merangkul potensi yang ada di masyarakat. Seperti melibatkan tokoh masyarakat atau pun tokoh budaya itu harus ada karena pentingnya kehadiran satgas daerah hingga lingkup terkecil sampai ke tingkat RT maupun RW.

"Dengan ini kita akan menciptakan sebuah kesehatan nasional yang kuat dan tidak hanya cuma di bidang kesehatan saja"  ujar

Doni sebagai ketua Badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi terhadap penanganan covid-19. Karena kehadiran para relawan  satgas penanganan covid-19 merupakan suatu bagian dari pentaheliks penanggulangan bencana yang terdiri dari lima helikas yaitu 1.Pemerintah
2.Pakar/ akademis
3.Masyarakat
4.Lembaga usaha
5.medi massa
Bersama tim publikasi penanggulangan covid-19

PNJ Berbagi untuk Warga Terdampak Pandemi

LKI-CHANNEL , Bogor

Prodi Keuangan dan Perbankan Syariah Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) memberikan bantuan sembako untuk warga Bojong Baru-Bojong gede, Sabtu (8/8/20). Bekerjasama dengan Yayasan Bina Mujtama’, bantuan diberikan kepada warga yang terpapar dampak pandemi Covid-19.

Kegiatan bantuan diawali dengan acara secara simbolis yang dilaksanakan di halaman SDIT Bina Mujtama’ yang dihadiri oleh dosen Keuangan dan Perbankan Syariah PNJ, baik secara offline maupun online, ketua yayasan, perwakilan mahasiswa, serta perwakilan masyarakat.

Dalam sambutannya, Dede Abdul Fatah, Ketua Pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang menjadi salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para dosen perguruan tinggi. “Acara ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu tugas dosen, yaitu pengabdian kepada masyarakat.” Ujarnya. “Semoga paket sembako yang dibagikan dapat bermanfaat bagi kita semua.” lanjutnya.

Tampak wajah ceria dari warga penerima bantuan, tak terkecuali H. Agus Mulyana, Ketua Yayasan Bina Mujtama’. “Saya turut senang atas pemberian sembako ini, semoga Politeknik Negeri Jakarta diberikan kemudahan rezeki dan mahasiswa yang hadir semoga dilancarkan dalam perkuliahannya serta ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat,” tukas Agus Mulyana.

Setelah kegiatan acara secara simbolis, dilanjutkan dengan pembagian 100 paket sembako secara door to door yang melibatkan unsur mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, pihak Yayasan Bina Mujtama’, dan Ketua RT setempat.
“Semoga Politeknik Negeri Jakarta semakin jaya dan  maju. Dan semoga para mahasiswanya menjadi pemimpin bangsa yang jujur dan cerdas” ujar ibu Aisyah, salah satu penerima paket bantuan.

Selain bantuan sembako ke masyarakat, Prodi Keuangan dan Perbankan Syariah - PNJ juga memberikan bantuan sejumlah dana untuk pengurusan legalitas koperasi SDIT Bina Mujtama’. Bantuan ini dimaksudkan agar koperasi beroperasi secara resmi dan berkembang lebih cepat. Dengan harapan dapat membantu  meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Dengan adanya legalitas koperasi Bina Mujtama’, koperasi akan beroperasi secara resmi sehingga dapat membantu menyelesaikan permasalahan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Dede. “Koperasi yang beroperasi secara legal akan mudah mengakses modal, baik ke pemerintah maupun ke lembaga keuangan, seperti perbankan. Sehingga dengan kecukupan dana yang dimiliki dapat memberikan pembiayaan ke masayarakat dengan cakupan yang lebih luas.” jelas Dede.

Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 dan membuka mata hati kita untuk senantiasa berbagi kepada mereka yang membutuhkan. (Herman)

Padepokan Ider Buana Adakan Ajang Silaturahmi

Tribunnews,my,id-SUKABUMI

Padepokan (IDERBUANA)yang  bertempat di kampung bojonggenteng Rt 005/001 Desa Berekah Kecamatan Bojonggenteng Kabupaten Sukabumi, Padepokan ini berdiri pada tahun 2007 yang saat sudah berjalan sekitar 11 Tahun

Yayan atau yang biasa di sapa (,Aki Iderbuana) pendiri Padepokan Iderbuana  saat ditemui media Tribunnews,my,id  mengatakan, dengan berdirinya padepokan ini diberi nama Iderbuana,padepokan ini  penuh bermakna dan sebuah padepokan cirhas sunda untuk mengembangkan karya seni bela diri atau kerajinan tangann,pencak silat  untuk berjaga diri yang mengarah ke lebih positif ," ungkapnya

“Alhamdulilah untuk saat ini anggota kami sudah ada 102 orang bisa istiqomah mengisi acara rutinitas di padepokan ini, kami mengarah keajaran kebaikan yang pasti tidak keluar dari ajaran islam dan kami juga belajar untuk tukar pikiran sesama murid yang datang dari luar Kecamatan Bojonggenteng sehingga ingin memberikan ilmu yang lebih mengarah kepada keikhlasan,” ujarnya (9/8/2020).

Yayan (Aki Iderbuana)mengatakan,dengan berdirinya padaepokan Iderbuana adalah untuk mempererat tali silahturahmi dan persaudaraan untuk menjaga hubungan baik antara sesama,menghormati disetiap perbedaan,menjaga keutuhan (NKRI)

Dengan berdirinya padepokan inj untuk bisa selalu mengklaim sebagai padepokan siap untuk berada di barisan terdepan dalam pengamanan NKRI.
Jadi harapan kami kedepan dengan adanya padepokan ini bisa menjadi ajang silaturahmi hablum minannas hubungan dengan manusia,” bebernya.

Adapun secara syari’ah, lanjut Aki , maknanya adalah interaksi dengan sesama manusia dimana jaminan kepercayaan bagi para mukmin dan mukminat yang dibimbing oleh syariat Allah SWT ," pungkasnya
Mamat'S Dolen

TNI & POLRI

YR Kobra

YR Kobra

RELIGI

DAERAH

GAYA HIDUP

SPORT

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved