Peredaran Sabu Di Cilegon, Diduga Dikendalikan Dari Dalam Lapas - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Jumat, 14 Februari 2020

Peredaran Sabu Di Cilegon, Diduga Dikendalikan Dari Dalam Lapas

  Peredaran Sabu Di Cilegon, Diduga Dikendalikan Dari Dalam Lapas


TRIBUN NEWS ■ Kepolisian Resor (Polres) Cilegon menggelar Press Conference mengungkap Penyalagunaan Narkoba jenis Sabu, di Aula Rupatama Polres Cilegon, Kamis (13/02/2020).

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana S.I.K., M.H. didampingi Kabag Ops Polres Cilegon KOMPOL Kamarul S.H., Kasat Resnarkoba Polres Cilegon AKP Panji Firmansyah S.I.K., Kanit Sidik Sat Resnarkoba Polres Cilegon IPTU Ari Agustyanto Y, S.Tk., M.P. dan Paur Humas Polres Cilegon IPTU Sigit Darmawan hadir dalam gelar Press Conference ini.

Satresnarkoba Polres Cilegon mengungkap dua kasus peredaran Sabu, yang diduga kuat pengendalian dari dalam Lapas. Tersangka bandar narkoba berinisial FDA (20) menguasai Sabu seberat 34.48 Gram (18 bungkus plastik bening) yang disimpan di dalam tas kecil dan di dalam mesin pemasak nasi.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana S.I.K., M.H. mengatakan, keberhasilan Satresnarkoba Polres Cilegon merupakan hasil kerja keras mengungkap peredaran Sabu dengan mengamankan 2 tersangka.

Diduga dikendalikan serta termasuk dalam jaringan narkoba yang berada didalam Lapas Kota Cilegon, saat ini masih melakukan pendalaman dan pengembangan dengan nilai barang bukti yang diperkirakan Rp 10.000.000,00.

“FDA mengambil barang dari Jakarta, setelah mendapatkan arahan dari LMN yang masih DPO, menurut pengakuan tersangka FDA, bahwa LMN penghuni Lapas. FDA ditangkap di dalam kontrakan milik BN di daerah Waringin Kurung Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (27/01/2020) lalu,” ungkap AKBP Yudhis Wibisana.

Kasus kedua, yang berhasil diungkap dengan pelaku berinisial MR, lanjut AKBP Yudhis, yang juga diduga mendapat perintah dari seseorang dalam Lapas berinisial AD. Keduanya berkomunikasi melalui sambungan telepone untuk bertransaksi narkoba.

“Tersangka MR diamankan, Senin (10/02/2020) di Jombang sekitar pukul 24.01 WIB. Saat dilakukan penggedahan ditemukan barang bukti berupa 1 (Satu) bungkus Plastik bening berisi Kristal putih yang diduga Narkotika jenis Sabu dengan berat kotor 9.95 gram didalam sebuah kotak kertas bertuliskan Pyary yang disembunyikan di badan tersangka (baju),” beber AKBP Yudhis.

Modus operandi tersangka dalam bertransaksi, AKBP Yudhis mengatakan, pembayarannya dilakukan transfer bank.

"Sehingga antara MR dan AD tidak pernah bertatap muka secara langsung. AD menyuruh MR mengambil narkoba di daerah Baros, kemudian dibawa ke daerah Jombang, Kota Cilegon. Narkoba tersebut rencananya akan diedarkan ke wilayah Serang dan Cilegon,” sambungnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2, Undang Undang (UU) nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama seumur hidup.

Ditempat yang sama Paurhumas Polres Cilegon IPTU Sigit Darmawan mengatakan, agar seluruh masyarakat Kota Cilegon menjauhi Narkoba jenis apapun, masyarakat tidak menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba.

“Maka kita intensif memberikan sosialisasi pemahaman mengenai bahaya narkoba, menghimbau agar masyarakat bersama sama untuk memberantas peredaran narkoba,” pungkas IPTU Sigit.

■ Dasep/PP

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved