Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLHI) Laporkan Oknum Pengusaha Perambah Hutan Lindung Ke Gakum KLHK - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Selasa, 14 April 2020

Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLHI) Laporkan Oknum Pengusaha Perambah Hutan Lindung Ke Gakum KLHK

Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLHI) Laporkan Oknum Pengusaha Perambah Hutan Lindung Ke Gakum KLHK






Tribunnews.my.id,Bangka Barat -
Kasus perambahan kawasan hutan lindung kembali terjadi lagi letaknya di daerah Desa Bukit kecamatan Parittiga kabupaten Bangka barat provinsi Bangka Belitung, Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Indonesia hari ini Selasa (14/04/2020)

Akan melaporkan oknum pengusaha berinisial AA ke Gakum KLHK pusat yang telah merubah alih fungsi kawasan hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit.

Saat awak media menghubungi Pak Melyadi,S HUT kepala UPTD KPHP Jebu Bembang Antan (Unit II) terkait masalah ini beliau mengatakan bahwa saat ini kami telah mengirimkan surat peringatan kepada pihak perambah hutan tersebut  untuk segera cabut tanaman sawit tersebut dengan menggantinya dengan tanaman kehutanan"Intinya kami dari KPHP masih memberikan pembinaan terhadap mereka bukan penindakan langsung dan bila mereka tidak mengindahkannya maka kita akan melakukan penindakan terhadap mereka sesuai dengan undang-undang yang berlaku"tegas Melyadi.

Terpisah Firdaus Sahab mengatakan kepada awak media meminta kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memanggil Sdr AA untuk di mintai penjelasan dan penyelesaian permasalahan ini secara aturan undang-undang yang berlaku.

Kami dari Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Indonesia meminta secara tegas kepada Gakum KLHK pusat untuk memproses secara hukum oknum pengusaha tersebut yang telah merubah Alih Pungsi kawasan hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit agar menjadi efek jera terhadap Perambah Hutan lainnya di kabupaten Bangka barat khususnya provinsi Bangka Belitung.

Karena"mengerjakan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah dan atau turut serta melakukan kejahatan itu adalah perbuatan melawan hukum sesuai dengan undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan pasal 50 ayat 3 huruf A dan B ," Pungkas
(Soni amd)

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved