Belum Dapat Bantuan, 3 Lansia di Palabuhanratu Tinggal Satu Atap di Rutilahu - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Senin, 11 Mei 2020

Belum Dapat Bantuan, 3 Lansia di Palabuhanratu Tinggal Satu Atap di Rutilahu

Belum Dapat Bantuan, 3 Lansia di Palabuhanratu Tinggal Satu Atap di Rutilahu


SUKABUMI (tribunnews.my.id)- Tiga orang lanjut usia (lansia) warga Kampung Badak Putih, RT 04 RW 09, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu) serta kondisi ketiganya sangat mengkhawatirkan.

Bagaimana tidak, rutilahu yang ditempati tiga orang jompo yang merupakan masih keluarga ini yakni Yati (102), Atmi (80), Ani (60) dengan dinding bilik bambu sudah tidak layak.

Sebagian atap rumahnya pun sudah tampak rusak, disaat terjadi hujan sudah di pastikan terjadi kebocoran serta kondisi kamar mandinya pun tidak layak digunakan.

Yati yang merupakan kakak dari Atmi, kondisinya tidak bisa berjalan dan mengalami gangguan penglihatan serta lumpuh sudah sejak lama.

Sementara Atmi merupakan tulang punggung keluarga, kondisinya juga saat ini sudah tidak bisa berbuat banyak. Atmi keseharian dihabiskan untuk meminta-minta, serta Ani anak dari Yati juga sudah sejak lama mengalami gangguan penglihatan.

"Bu yati ini hanya bisa berbaring di tempat tidur. Dia tidak bisa beraktivitas semua dilayani oleh anaknya bu Ani. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya keluarga ini mengandalkan dari mengemis yang dilakukan bu Atmi," ungkap salah seorang warga Badak Putih, U. Sudrajat (58), kepada tribunnews.my.id saat dihubungi, Senin (11/5/2020).

Dijelaskan Sudrajat, Atmi hampir setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga tersebut dengan cara mengemis berkeliling. Sehingga, untuk penghasilan tidak bisa ditentukan. Menurutnya, kadang saat pulang kerumah tidak mendapatkan makanan untuk di makan.

"Mereka ini belum mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Katanya baru di data untuk mendapatkan bantuan sosial dampak corona namun belum," terangnya.

Sementara, Atmi mengatakan, sudah lima tahun menempati rumah tersebut dilahan milik Pemerintah Daerah. Menurutnya, sudah mendapat izin sehingga tidak di bongkar. Sebelumnya, Atmi mengaku pindah dari Kampung Cemara, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

"Kami hanya bertiga, kalau hujan dipastikan rumah ini basah dalamnya karena pada bocor. Boro-boro diperbaiki, untuk memenuhi kebutuhan saja kadang diberi tetangga," pungkasnya. (Red)***

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved