Ketua DPD IWO Kab. Sukabumi Ajak Masyarakat & Wartawan Bersama Kawal 7 Program Bantuan Pemerintah - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Rabu, 13 Mei 2020

Ketua DPD IWO Kab. Sukabumi Ajak Masyarakat & Wartawan Bersama Kawal 7 Program Bantuan Pemerintah

Ketua DPD IWO Kab. Sukabumi Ajak Masyarakat & Wartawan Bersama Kawal 7 Program Bantuan Pemerintah


SUKABUMI (tribunnews.my.id)- Ada tujuh jenis program bantuan saat Covid-19 terjadi di negara kita ini, dua diantaranya sudah berjalan lama dan lima lainnya baru di mulai.

Ungkap Ketua DPD Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sukabumi, Heriyadi saat dihubungi dikediamannya di Kampung Sukaasih, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/5/2020).

Ia menuturkan, perlu kiranya sebagai wartawan untuk turun mengontrol kelokasi agar program bantuan tersebut tidak tumpang tindih, jangan sampai yang kebagian kembali dapat. "Sementara yang belum dan sangat membutuhkan kembali hanya jadi penonton. Dan tanpa ada sentuhan dari manapun," ujar Heriyadi, kepada tribunnews.my.id.

Menurutnya, berikut bantuan yang dimaksud : Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, BLT Kementrian Sosial (Kemensos), BLT APBD dan Sembako APBN.

"Tujuh program ini sedang dilaksanakan. Sebagai kontrol sosial, kita diminta untuk membantu menyampaikan kepada semua elemen masyarakat," terangnya.

Ia menyampaikan, PKH adalah Program Keluarga Harapan, bentuknya uang tunai langsung masuk rekening masing-masing. Untuk BPNT (dulu namanya Raskin) adalah Bantuan Pangan Non Tunai, bentuknya berupa bahan makanan yang disalurkan melalui e_warong  yang ditentukan oleh Bank Mandiri kerjasama TKSK kecamatan.

Sementara, BLT Dana Desa adalah bantuan tunai dari Desa masing-masing, besarannya Rp 600 ribu per bulan, direncanakan selama 3 bulan. Sementara, BLT dari Dana Desa perlakuannya ada 3 :

I. Bagi Desa yang belum cair Dana Desa Tahap I, maka diprioritaskan untuk BLT Covid-19. II. Bagi desa yang telah cair Dana Desa Tahap I, namun belum habis dibelanjakan, maka diprioritaskan untuk BLT Covid-19. Dan III. Bagi desa yang telah cair Dana Desa Tahap I dan telah habis dibelanjakan, maka segera bermohon Tahap II diprioritaskan untuk BLT Covid-19.

"Pertanyaan, siapa yang dibantu BLT Dana Desa? Jawab: adalah warga desa yang penghasilannya terdampak Covid-19 dan bagi warga desa rentan sakit, atau sakit menahun," jelasnya.

Dikatakan Heriyadi, dengan demikian ada Desa lebih duluan beri bantuan ada juga terlambat beri bantuan, karena prosesnya tadi diatas itu Tahap I, Tahap II.

"Regulasinya sudah diatur oleh Permendes dan Perbup No.27 tahun 2020 tentang perubahan Perbup No.18 tahun 2020 (khusus Kab. Sukabumi) sebagai pengaturan pelaksanaannya," paparnya.

Masih kata Heriyadi, BLT Kemensos adalah bantuan bentuk tunai berdasarkan DTKS Dinas Sosial (Dinsos), diperuntukkan bagi rata-rata perkotaan atau Kelurahan dan juga Desa. "BLT APBD adalah juga bantuan tunai dari Dinsos, juga diperuntukkan bagi masyarakat yang belum dapat BLT Dana Desa atau lainnya," tuturnya.

Sembako APBN, lanjut Heriyadi, adalah bantuan berupa bahan makanan yang bersumber dari Pemerintah Pusat langsung.
Sembako APBD adalah juga bantuan berupa bahan makanan yg bersumber dari APBD Provinsi dan Kabupaten. "Intinya, sebenernya bantuan itu sudah cukup banyak. Dan yang bertanggung jawab itu juga sendiri-sendiri," tegasnya.

Ia pun menjelaskan, bahwa PKH itu data dan penanggung jawabnya dari Kemensos Pusat. Disini desa tidak dilibatkan, dan ada Pendampingnya. Serta BPNT itu penanggung jawabnya Dinsos Kabupaten, dan pembagiannya oleh Dinas langsung.

"BLT DANA DESA ini, baru jadi tanggung jawabnya Pemerintah Desa. Sedangkan BLT Pusat ini tanggung jawabnya Kemensos Pusat," imbuhnya.

Dalam hal ini, dirinya berpesan kepada rekan-rekan wartawan serta masyarakat untuk bersama-sama mengawal bantuan tersebut.

"Mari kita kawal. Dan sebagai penerima manfaat kalau kiranya kehidupan sudah mencukupi, baiknya disampaikan kepada Pemerintah Desa. Bahwa bantuan tersebut layaknya diberikan kepada yang mampu. Agar bantuan tersebut benar-benar dirasakan oleh yang membutuhkan," pungkas. (Mamat. S Dolen)***

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved