165 Nasabah Diduga Tertipu Investasi Bodong Melapor Polresta Sukabumi di Dampingi Pengacara - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Jumat, 07 Agustus 2020

165 Nasabah Diduga Tertipu Investasi Bodong Melapor Polresta Sukabumi di Dampingi Pengacara

165 Nasabah Diduga Tertipu Investasi Bodong Melapor Polresta Sukabumi di Dampingi Pengacara

Tribunnews.my.id | Sukabumi

Kasus yang menimpa ratusan warga asal Jalan Bhayangkara Gang Dewa 2 No. 50, RT 002 RW 012, Kelurahan Gunung Puyuh, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi. menyimpan cerita pilu.

Pasalnya, 165 warga berkategori golongan menengah ke bawah yang menginvestasikan sebagian hartanya berupa uang ke CV. Hoki Abadi Jaya dengan harapan bisa memperbaiki kehidupan perekonomiannya, justru malah tersandung masalah.


Apa yang yang diharapkan ratusan warga atas paket penawaran investasi menggiurkan dari pihak CV tersebut seperti paket umroh, ibadah haji, hari raya lebaran, hari raya Idul Adha, properti hingga permainan anak-anak, hanya isapan jempol belaka.

Mengingat, mereka yang kebanyakan berinvestasi pada paket Idul Adha hingga waktu pencairan menjelang masuk hari Idul Adha , pihak CV tidak merealisasikan paket tersebut. Padahal, sebagaimana yang dijanjikan CV mereka akan menerima hewan kurban berupa kambing dan sapi sesuai paket yang diinginkannya.

Akibatmya, mereka yang merasa dirugikan meminta bantuan hukum ke kantor hukum Sembilan Bintang & Partners untuk mendapatkan keadilan hukum.

“Peristiwa ini bermula saat klien kami ditawari supaya berinvestasi dana sesuai paket pilihannya. Penawaran ini katanya menggiurkan sehingga tertarik untuk menginvestasikan dananya berupa uang mulai dari harga 20 ribu hingga 500 ribu perbulannya, bahkan ada yang puluhan juta, ini dimulai awal Mei 2019. Tapi, tiba pada waktunya pihak CV yang direkturnya bernama Ani berikut timnya berinisial YS, SS, RK dan DF, tidak merealisasikan apa yang jadi hak kilen kami,” kata kuasa hukum warga, Anggi Triana Ismail. Jum’at (7/8/2020).

Karena perbuatan CV tersebut, sambungnya, warga pun mengalami kerugian materil hingga kemudian mendatangi Kepolisian Resort Kota Sukabumi guna melaporkan orang-orang yang berada didalam CV tersebut atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, pemufakatan jahat dan perbuatan pidana yang diulang-ulang sebagaimana yang diatur didalam KUHP.

“Selain itu, kami juga memasukan unsur pidana yang tertuang sebagaimana UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
Termasuk, kami selaku kuasa hukumnya akan melakukan gugatan perbuatan melawan hukum di wilayah hukum terkait, untuk melakukan penyitaan terhadap aset-aset pelaku,” tegas Anggi.

Anggi meyakini, disamping kliennya ini ada banyak korban-korban lainnya yang akan bermunculan. Karena modus kejahatan semacam ini sudah menjamur dan massif. Sementara, pemerintah sendiri dalam hal ini terkesan tutup mata. Padahal, sudah banyak contoh bisnis seperti ini nyata makan korban tidak sedikit.

“Harusnya, pemerintah membuat regulasi yang maslahat bagi masyarakat ditengah kebutuhan masyarakat sekarang. Lalu harus mengimbangi dengan aturan yang dapat melindungi kebutuhan masyarakat, bukan justru melahirkan korban-korban terlebih dahulu, baru seolah-olah sadar terhadap penderitaan warganya,aneh,” jelas Anggi.

( R.Kartolo )

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved