Anggaran Drainase Vertikal Desa Cigombong Disinyalir Tidak Transparan - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Senin, 10 Agustus 2020

Anggaran Drainase Vertikal Desa Cigombong Disinyalir Tidak Transparan

Anggaran Drainase Vertikal Desa Cigombong Disinyalir Tidak Transparan

Tribunews.my.id | Bogor

Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  telah menyalurkan bantuan program prasarana dan sarana Drainase Vertikal secara tepat manfaat dan tepat guna bagi masyarakat Kabupaten Bogor.


Pelaksanaan kegiatan pembangunan drainase vertikal sendiri menitikberatkan pada wilayah-wilayah rawan genangan, mengingat wilayah Kabupaten Bogor tergolong luas.

Sedangkan, untuk pengerjaannya dilaksanakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di setiap desa masing-masing yang mendapatkan program bantuan ini. Penunjukan KSM ini tentunya bertujuan agar dalam kegiatan dilapangannya berjalan lancar.

Disamping, nantinya juga KSM harus bertanggung jawab dalam hal pelaksanaan kontruksi penyediaan prasarana dan sarana Drainase Vertikal yang dibangun tersebut.

Namun, apa yang telah diintruksikan Dinas PUPR ini tidak semua dijalankan oleh KSM, seperti diduga terjadi di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Pelaksanaan drainase vertikal tahap I dan II dengan anggaran 90 juta untuk 15 titik kegiatan sumur resapan yang dikerjakan KSM desa tersebut dipertanyakan warga sekitar.

Dimana, dalam hal ini transparansi penggunaan anggaran baik itu dalam bentuk sosialisasi maupun papan pengumuman Rencana Anggaran Biaya (RAB) tidak ada.

"Setau saya pelaksanaan drainase vertikal tahap satu yang baru dikerjakan 6 titik dulu itu tidak transparan karena tidak adanya papan RAB yang dipasang," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tidak hanya itu, pertanyaan lain yang disampaikan warga ini juga mengenai upah kerja yang diborongkan per satu titiknya sebesar satu juta.

"Memang upah kerja untuk satu titik pembangunan resapan air itu 1 juta atau berapa, sebab jika melihat kedalaman pada sumurnya hanya 1 meter hingga 1,60 meter, artinya kalau seperti ini perhitungan kontruksi permeternya berapa, benarkah sesuai juknis atau tidak," tanya warga.

Kasi Ekonomi dan Bangunan (Ekbang) Desa Cigombong, Adi Sucipto menyatakan anggaran drainase vertikal seluruhnya memang diperuntukan kepada kegiatan 15 titik.

"Dari jumlah itu, di tahap pertama  ini baru kita bangunkan 6 titik, sisa yang 9 titik lagi akan dikerjakan pada tahap kedua dengan nominal anggaran keseluruhannya 90 juta. Adapun  untuk upah kerja kita anggarkan 2.5 juta per titik, kegiatannya melibatkan semua unsur termasuk RT dan RW diwilayah masing-masing," tutur Adi.

Sementara, Kepala Desa Cigombong, Hendrawan saat dikonfirmasi terkait dugaan adanya pekerjaan drinase vertikal yang diborongkan tidak memberikan penjelasan akurat.

"Dalam pelaksanaan pengerjaan disana ada KSM, PLD pendamping yang ditunjuk kabupaten," singkatnya

Terpisah, ketua KSM Cigombong saat hendak dimintai keterangannya dikediamannya sedang tidak berada ditempat.

 (R.Kartolo)

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved