Menindak lanjuti pengaduan masyarakat Perwakilan KPK JABAR bersama IWO PD Sukabumi datangi RS.Betha Medika - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Rabu, 05 Agustus 2020

Menindak lanjuti pengaduan masyarakat Perwakilan KPK JABAR bersama IWO PD Sukabumi datangi RS.Betha Medika

Menindak lanjuti pengaduan masyarakat Perwakilan KPK JABAR bersama IWO PD Sukabumi datangi RS.Betha Medika

Tribumnews.my.id | Sukabumi

Pelayanan Rumah Sakit Bheta Medika yang di anggap diskriminatif dalam menangani pasien, hal ini terbukti atas penolakan garda terdepan pihak manajemen Rs Betha Medika dalam mengupayakan pasien berbasis Jampersal.



Sebagaimana yang di amanatkan dalam UU kesehatan atau perlindungan konsumen yakni Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen/pasien (UU No. 8/1999). Menurut pasal 4 UU No. 8/1999, terkait hak-hak konsumen/pasien
Salah satu nya adalah Hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.

Sudah seharusnya pihak rumah sakit memberikan pelayanan secara maksimum terhadap pasien yg berbasis apapun .

Sebagai langkah sosial control KPK JABAR (Komite Pencegahan Korupsi) yg di wakili oleh Efri Darlin Marto Dakhi (Dachi) mendatangi pihak manajemen, dan alhasil pihak direktur utama RS Belum bisa memberikan klarifikasi terhadap beberapa pertanyaan yg di ajukan oleh Dachi yang Hanya di wakili ibu Evi Yunia Gusnanti selaku bidang pelayanan pelanggan dan marketing RS.Bheta Medika untuk memberikan penjelasan terkait Isu penolakan pasien berbasis Jampersal ini ," imbuhnya

Dengan tegas besar harapan dari perwakilan KPK Jabar Dan Para Awak Media  setiap RS Di manapun itu berada bisa memberikan pelayanan sesuai dengan yg di amanat Undang undang dasar 1945. baik itu berstatus kebijakan pemerintah ataupun umum.

Karena tidak ada nya titik temu dalam clarifikasi hal tersebut terkait penolakan pasien Jampersal pihak manajemen RS BHETA MEDIKA kembali menjadwalkan ulang untuk bertemu Direktur utama RS Bheta Medika dengan pihak KPK JABAR dan awak media.
KPK Jabar dan Awak Media merasa tidak puas dengan clarifikasi tsb ," tegasnya

KPK Jabar mengharapkan hal ini tidak terulang kembali untuk pasien selanjutnya ," pungkasnya.

(Mamat'S Dolen)

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved