Lembaga Lidik Kasus Minta Inspektorat Periksa Proyek Turap di Jalan Delima Kota Pekanbaru Tahun 2019 - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Rabu, 07 Oktober 2020

Lembaga Lidik Kasus Minta Inspektorat Periksa Proyek Turap di Jalan Delima Kota Pekanbaru Tahun 2019

Lembaga Lidik Kasus Minta Inspektorat Periksa Proyek Turap di Jalan Delima Kota Pekanbaru Tahun 2019


TRIBUNNEWS.MY.ID|PEKANBARU – Proyek pekerjaan turap/bronjong di depan kantor lurah jalan delima kecamatan tampan kota pekanbaru, yang baru berumur satu tahun diduga amburadul alias asal jadi.

Untuk kedua kalinya beberapa awak media bersama Lembaga Lidik Kasus, senin 05/10/2020 melakukan investigasi kelokasi proyek tersebut.

Kemudian melihat proyek yang di kerjakan oleh CV.Agindo Perkasa dengan pagu anggaran sebesar Rp.252.378.492, telah rusak parah dan pembangunanya diduga tidak sesuai dengan RAB.

Apalagi proyek yang dikerjakan oleh CV.Agindo Perkasa diduga asal jadi. Pasalnya ujung proyek juga masih ada selisih kurang volume (±) 12 meter belum selesai dikerjakan, pipa pembuangan air juga tidak ada, yang mengakibatkan dinding tarup dapat cepat roboh dan rusak.

Karena tidak adanya pipa saluran pembuanagan air, seperti pembuatan turap/bronjong lainya,  serta mutu bangunan jauh diduga bawah standard.

Kepala dinas PUPR kota pekanbaru  Indra Pomi Nasution,ST,M.SI saat di konfirmasi awak media terkait masalah proyek tersebut, terkesan tidak koperaktif. Dan malah salah satu no wa awak media langsung di blokirnya. Dan konfirmasi surat tertulis dari lembaga Lidik Kasus tidak pernah di tanggapi oleh pihak dinas PUPR kota pekanbaru.

Hari laksono ketua lidik kasus wilayah Riau meminta kepada pihak inspektorat kota pekanbaru,  untuk segera melakukan audit terkait pekerjaan proyek tersebut. 

Masih menurut Hari Laksono menuturkan, Bukan di nilai dari nilai proyeknya yang kecil, namun hasil pekerjaan yang diduga asal jadi. Dan indikasinya berakibat adanya dugaan kerugian negara dalam hal pekerjaan proyek tersebut.

"Kami dari lembaga lidik kasus masih mengumpulkan beberapa data yang lainya untuk melengkapi laporan kami ke kejati riau terkait temuan beberapa titik proyek yang di kerjakan oleh pihak dinas PUPR kota pekanbaru yang diduga dalam hal pelaksanaanya adanya dugaan markup anggaran,”tutup Hari Laksono. (*)

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved