Ken Setiawan: Islam Melarang Lukis Wajah Nabi, Khawatir Dijadikan Baliho - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita -->

Rabu, 25 November 2020

Ken Setiawan: Islam Melarang Lukis Wajah Nabi, Khawatir Dijadikan Baliho

Ken Setiawan: Islam Melarang Lukis Wajah Nabi, Khawatir Dijadikan Baliho


TRIBUNNEWS.MY.ID|OPINI - Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan melihat sisi lain terkait ramainya tentang baliho yang sedang di perbincangkan karena diturunkan oleh Pangdam Jaya Brigjen Dudung Abdurohman.

Ken mengapresiasi langkah pangdam untuk keberaniannya menurunkan baliho diberbagai tempat yang menurut Ken bukan hanya terkait legalitas ijin reklame saja, tapi ada sisi lain yang membahayakan akidah umat Islam yaitu  tentang penyembahan berhala.

Menurut Ken, sejarah permulaan timbulnya paganisme atau penyembahan kepada berhala adalah dibuatnya lukisan orang-orang sholih, yaitu Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq dan Nasr oleh kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam. 

Memang pada awal kejadian, lukisan tersebut hanya sekedar digunakan untuk mengenang kesholihan mereka.

Tetapi setelah generasi ini musnah, muncul generasi berikutnya yang tidak mengerti tentang maksud dari generasi sebelumnya membuat gambar-gambar tersebut, kemudian syetan menggoda mereka agar menyembah gambar-gambar dan patung-patung orang sholih tersebut.

Melukis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dilarang karena bisa membuka pintu paganisme atau berhalaisme baru, padahal Islam adalah agama yang paling anti dengan berhala.

Demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ingin meniru kelakuan orang-orang ahli kitab yang mengkultuskan orang-orang sholih mereka dengan membuat gambar-gambarnya agar dikagumi lalu dipuja puja sedemikian rupa. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menyerupai mereka : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud).

Itulah sebab utama kenapa Umat Islam dilarang melukis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dalam rangka menjaga kemurnian ‘aqidah tauhid. 

Jangan sampai umatnya mengkultuskan sosok seseorang lalu di puja puja layaknya berhala. Sehingga umatnya lupa ajaran agama sesunggunya tentang Islam yang rahmatan lil alamin. Tutup Ken. (*)


loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved