Koordinator Security PT Ciomas Adisatwa Diduga Membiarkan Adanya Pungli - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita

Kamis, 19 November 2020

Koordinator Security PT Ciomas Adisatwa Diduga Membiarkan Adanya Pungli

Koordinator Security PT Ciomas Adisatwa Diduga Membiarkan Adanya Pungli


TRIBUNNEWS.MY.ID|PURWAKARTA - Sejumlah Sopir truk pengangkut ayam ke PT Ciomas Adisatwa yang berlokasi di Desa Cilandak, Kecamatan Cibatu, mengeluhkan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum koordinator security.

Dalam hal ini diduga koordinator security dengan besaran lima ribu sampai sepuluh ribu, saat kendaraan masuk maupun keluar dari perusahaan tersebut, yang diperuntukannya belum jelas.

"Kami hanya seorang sopir dengan adanya pungutan tersebut mengikuti saja, karena tidak bisa menolak" ungkap salah seorang sopir bernilai S, kepada wartawan.

Menurutnya, pungutan ini sudah berlangsung lama, hanya saja dirinya bersama sopir - sopir yang lain, tak ingin menyebarluaskan kepada publik apalagi kepada wartawan.

"Kami terpaksa menyampaikan ini, sebab kami dituduh paguyuban sopir melakukan penggelapan uang. Padahal kami inisiatif sendiri menyisihkan uang BOP dikumpulkan ketua paguyuban. Dan itu sudah jelas tidak merugikan perusahaan atau pihak lain. Kita inisiatif menyisihkan uang ini untuk kepentingan kami sendiri," jelasnya .

Lanjut S menjelaskan, Justru kami mempertanyakan uang setiap kami masuk dan keluar dari perusahaan untuk kepentingan apa dan kami tidak diberikan kejelasan.

"Sesuai kesepakatan kami menyisihkan uang BOP untuk kepentingan kami diantara sopir, diantaranya Santunan suka dan duka, Biaya Koordinasi di jalan, Biaya cuci kendaraan, Biaya rekreasi driver dan keluarga, trable di jalan, kasbon, pembuatan baju dan ID Card, dan lainnya. Ini semua sudah disepakati dan sudah berjalan serta para sopir sudah merasakan manfaatnya. Terus yang jadi masalahnya apa ?" Tanyanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, banyak permasalahan yang terjadi di PT Ciomas Adisatwa, mulai permasalahan tidak adanya BPJS bagi karyawan borongan. Dan ada juga karyawan harian yang baru masuk sekitar empat bulanan gajinya sudah dipotong.

Namun BPJSnya tidak dibayarkan oleh oknum manajemen, gaji karyawan dipotong tidak jelas peruntukan untuk apanya. Kemudian ijin pengeboran kedalaman tidak sesuai dengan di lapangan, misalnya di ijin surat kedalaman mencapai 120 meter padahal kedalaman sekitar 60 meteran.

Sehingga dikhawatirkan warga kekurangan air saat musim kemarau, bahkan ijin-ijin yang lain, diduga ada yang sudah kadaluarsa sampai saat ini belum diperpanjang, serta ijin domisili dari desa sudah lewat dan belum diperpanjang lagi.

Sementara saat wartawan akan konfirmasi ke pihak PT Ciomas Adisatwa melalui pos security, kita diberitahukan bahwa pak Novel selaku HRD Nasional tidak bisa ditemui dan bisa ditemui satu minggu kedepan waktunya nanti ditentukan. Padahal menurut informasi, bahwa Novel selaku HRD Nasional berada di kantor. (mas)

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved