Ketua LPKDN DPD Sukabumi Pernyataan Sikap Oknum APDESI Kab Sukabumi Tak Bisa di Tolerir - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita -->

Jumat, 27 November 2020

Ketua LPKDN DPD Sukabumi Pernyataan Sikap Oknum APDESI Kab Sukabumi Tak Bisa di Tolerir

Ketua LPKDN DPD Sukabumi Pernyataan Sikap Oknum APDESI Kab Sukabumi Tak Bisa di Tolerir


TRIBUNNEWS.MY.ID|SUKABUMI - Beredarnya video pernyataan sikap Apdesi Sukabumi yang menyatakan penolakan kepada  Media dan LSM, disikapi serius Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Darma Nusantara (LPKDN) DPD Kab sukabumi.

Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai menyinggung perasaan pegiat insan pers dan LSM.

Mamat Suherman selaku Ketua LKPDN DPD Kabupaten Sukabumi yang biasa di sapa Dolen  mengatakan, kami sangat sayangkan pernyataan tersebut. Dan kami memilai penyataan tersebut, sangat melukai kami selaku lembaga.

"Kami sangat kecewa atas pernyataan itu, seharusnya mereka jangan berstatemen seperti itu. Karena tidak semua media dan LSM, sesuai dengan yang mereka ucapkan, kalau pun ada, itu oknum," ucapnya.

Lanjut mamat, Media dan LSM  itu adalah Mitra dengan pemerintah, dan tugas kami dilindungi Undang undang.

Yofi Sulaeman SE Ketua LPKSM DPP juga menegaskan, pernyataan sikap APDESI kab. Sukabumi, dinilai sudah tidak bisa ditolerir lagi. Karena mereka menantang UU No 8 Tahun 1999 tentang kelembagaan Perlindungan Konsumen, atau siap melawan hukum.

"Dan juga tertuang di UU 40 tentang pers. UU 14 tentang informasi publik. UU no 28. tentang partisipasi pengawasan masyarakat. Tap MPR VIII tahun 1999 dan UU NO 8 Tahun 1999 ke lembagaan, Maka Tidak pantas yang bersangkatuan berstitmen seperti itu" Tuturnya

Sambung Yopi Sulaeman menuturkan, Kami itu mitra bukan musuh, karena kami ikut andil dalam kemajuan negara ini, jadi gak usah takut sama, kecuali kalian tidak benar dalam menjalankan pemerintahannya.

"sekali lagi kami mengecam, dan berharap agar yang bersangkutan segera selesaikan secara prosedur hukum yang berlaku di negara Indonesia atas pernyataannya" pungkasnya. (MS)
                

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved