Listrik Mati, Seorang Ibu Melahirkan Bercahayakan Lilin Di Puskesmas Simpenan - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita -->

Jumat, 11 Desember 2020

Listrik Mati, Seorang Ibu Melahirkan Bercahayakan Lilin Di Puskesmas Simpenan

Listrik Mati, Seorang Ibu Melahirkan Bercahayakan Lilin Di Puskesmas Simpenan


TRIBUNNEWS.MY.ID|SUKABUMI - Zaman yang serba canggih dan modern ini, kesehatan memiliki peran penting untuk meningkatkan kwalitas pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Agar masyarakat mampu untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam hidup sehat.

Dalam Pemantauan, agar penyelenggara upaya kesehatan mematuhi rasa keadilan dan prikemanusiaan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.

Lain halnya di Puskesmas Simpenan, kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. kamis (10/12/2020)

Saat di datangi Awak media dan anggota KNPI kecamatan Simpenan, guna mencari informasi kebenaran perihal kejadian Ibu melahirkan yang berinisial (P) tersebut. 

Karena tidak mau disebutkan namanya, ketika melahirkan tanpa adanya penerangan listrik. Dalam hal ini hanya menggunakan lilin dan lampu HP, (08/12/2020) waktu malam kurang lebih jam 20:00 WIB.

Pada saat dikonfrmasi Kepala puskesmas Simpenan, Ade Kartini Tresnawati,Skm membenarkan.

"Dimana pihak puskesmas telah mengadakan antisipasi dengan diadakanya alat mesin genset. Akan tetapi, di karenakan mesin genset ada salah satu komponen yang rusak, yaitu berupa Accu dalam keadaan mati atau rusak," katanya.

Sambung Kepala Puskesmas menuturkan, tentu dalam pengapiannya terganggu. Dan hal ini harus di ganti, serta membutuhkan waktu untuk pembelian barang baru (Accu). Maka dengan kejadian seperti itu, pihak bagian tehnisi yang dipanggil pak Olip tidak bisa berbuat banyak.

" Bukan berarti pihak puskesmas tidak bisa mengganti atau kurang tanggap darurat dalam mengenai penerangan listrik. Tetapi ada faktor human error artinya, kurangnya pemeliharaan dan perawatan serta kurangnya cek barang tersebut. Dan itu di diamkan sampai aliran listrik menyala," Ungkapnya.

Dalam waktu yang sama Agus sugianto selaku anggota KNPI kecamatan Simpenan pun menyampaikan keprihatinan. Dalam hal ini atas terjadinya hal itu, dikarenakan pihak puskesmas dalam memberikan informasi  simpang siur. 

" Pihak karyawan puskesmas memberikan informasi, bahwa hal ini sering terjadi dan sudah di laporkan ke atasan. Tapi ga ada tanggapan, seakan-akan tidak di gubris. Dan tentunya informasi ini sangat bersebrangan dengan informasi yang di sampaikan oleh Kepala puskesmas simpenan (Ade kartini)," tandasnya.

Agus sugianto pun menambahkan, agar kedepannya hal seperti ini jangan sampai terulang lagi. Dan berharap tidak adanya keluhan, dan pengaduan masyarakat tentang pelayanan yang kurang maksimal tentang kesehatan dan keselamatan pasien.

" Mengenai hal ini kami akan mengadukan ke pihak-pihak terkait khususnya dinas kesehatan. Dalam hal ini, agar meninjau dan membenahi struktur pegawai atau karyawan puskesmas yang di nilai sudah tidak bersinergi," kata Agus.

Sambung Agus Sugianto menambahkan, dengan adanya tanda-tanda kurang kekompakan yang berujung saling menyalahkan. Tentunya hal ini bertentangan dengan UU NO 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan serta Pancasila Sila ke 5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat infonesia. (MS)

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved