Ratusan Relawan Endri’s Foundation Gedor Kantor Bupati Lombok Tengah, Tuntutan Copot Dirut RSUD Loteng - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita -->

Selasa, 29 Desember 2020

Ratusan Relawan Endri’s Foundation Gedor Kantor Bupati Lombok Tengah, Tuntutan Copot Dirut RSUD Loteng

Ratusan Relawan Endri’s Foundation Gedor Kantor Bupati Lombok Tengah, Tuntutan Copot Dirut RSUD Loteng

    
 TRIBUNNEWS.MY.ID|Loteng : Relawan Yayasan Endri’s Foundation Indonesia bersama NGO dan perwakilan LSM yang ada di NTB geruduk kantor Bupati Lombok Tengah Senin (28/12/20) Kemarin terkait postingan salah seorang relawannya tentang salah satu pasien di rumah sakit tersebut yang dianggap hoaks dan berbuntut panjang lantaran akan dilaporkan Dirut Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Tengah (Loteng), dr. Langkir.

Aksi damai tersebut dipimpin langsung Sekjen Endri’s Foundation, H. Tarpi’in Adam selaku Kordum Aksi dan Presiden Endri’s Foundation H. Endri Susanto bersama para penggiat sosial kemanusiaan.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi, saran dan kritik yang konstruktif untuk memperbaiki pelayanan yang ada di RSUD Lombok Tengah yang selalu jadi sorotan publik dalam pelayanannya.
 
 


Dalam aksi tersebut Endri selaku Presiden Endri’s Foundation menyampaikan beberapa tuntutan para demonstran, di antaranya: masa aksi meminta perbaikan pelayanan publik di lingkup Pemda Lombok Tengah, terutama yang menyangkut pelayanan bagi masyarakat yang miskin, sakit, difable, dan terlupakan.

Kedua, meminta Bupati Lombok Tengah untuk membuat pelayanan satu pintu untuk kasus-kasus emergency yang didampingi oleh relawan kemanusiaan.

Ketiga, meminta kepada Bupati Lombok tengah untuk mencopot Dirut RSUD Praya karena dianggap tidak becus kerja dan keempat, meminta seluruh jajaran pemerintah untuk tidak melakukan upaya-upaya kriminalisasi terhadap seluruh relawan Endri’s dimanapun berada.

“Karena relawan kami itu membantu peran dan tugas fungsi pemerintah, terlebih bagi masyarakat yang tidak mampu dan terlupakan,” imbuhnya.

Massa aksi cukup alot dalam menyampaikan aspirasinya karena Bupati Lombok Tengah, H. Suhaili tak kunjung tiba di kantor Bupati untuk menerima para relawan yang sudah menyampaikan pemberitahuan aksi langsung kepada Bupati.

Meski pemberitahuan itu juga sudah disampaikan ke Ketua DPRD Lombok Tengah dan Sekda berapa kali mendatangi dan menerima perwakilan massa aksi, tetapi selalu ditolak. Karena massa hanya minta Bupati, bukan Sekda.

“Kalau Sekda itu bonus,” kata Tarpi’in saat menyampaikan orasi dan semua uneg-uneg dann kisah cerita keluarganya yang sempat mendapatkan pelayanan kurang baik di rumah sakit tersebut.(poel)

loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved