Ketua PPLS Lapor Tiga proyek Disperindag Lombok Barat ke Polda NTB - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita -->

Selasa, 19 Januari 2021

Ketua PPLS Lapor Tiga proyek Disperindag Lombok Barat ke Polda NTB

Ketua PPLS Lapor Tiga proyek Disperindag Lombok Barat ke Polda NTB

TRIBUNNEWS.MY.ID|LOMBOK BARAT : Dalam rangka mendukung visi dan misi pemerintah daerah kabupaten Lombok Barat, didalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan, serta untuk menjalankan perintah Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Pasal 28 F Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,dan UU No. 15 Tahun 2004 Tentang Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dan di dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“UU Pemberantasan Tipikor”). 

Sebagai mana telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (“UU 20/2001”), 

Ketua LSM PPLS (Pemuda Peduli Lingkungan dan Sungai) Lobar Asmuni, A.Ma menjelaskan,  melaporkan atas indikasi dugaan kerugian Negara/Daerah di tiga proyek pembangunan yang ada di Disperindag. Dimana yang di kerjakan dengan nilai sebesar 2.984.348.209 di tiga titik," katanya.

Lanjut Asmuni menuturkan, Saya membawa bukti ke POLDA NTB dengan bukti laporan nomor 020/PPLS/LB/01/2021,kata ketua PPLS Lobar Asmuni.A.Ma, Selasa (19/01/2021)

Dia (Asmuni) mengatakan, proyek itu adalah pembangunan pasar Kediri sebesar Rp.1.036.898.000, Pembangunan Pasar Lembar sebesar Rp.986.240.000, dan Pembangunan Pasar gunung sari sebesar Rp.961.210.209. Dimana dari tiga proyek tersebut, di temukan kekurangan volume pekerjaan, dengan total kurang volume yang sudah di lampirkan sebagai bukti laporan.

Dari hasil investigasi yang kami lakukan, disimpulkan kuat adanya indikasi dugaan kurang volume pekerjaan di tiga paket tender pasar.  Dan anehnya pekerjaan ini, di PHO sekalipun sudah jelas kurang volume atas pekerjaan.

"Dengan demikian, indikasi dugaan korupsi pada kegiatan pembangunan tiga pasar yang ada pada dinas Perindag Lombok Barat. Maka kami meminta kepada teman Ditreskrimsus, agar serius menuntaskan kasus ini dengan bukti awal yang telah kami berikan, dan kami lampirkan sebagai bukti awal" ujarnya.(poel)



loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved