Dandim 0913/PPU bersama Kapolres PPU Dampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita -->

Jumat, 09 April 2021

Dandim 0913/PPU bersama Kapolres PPU Dampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Dandim 0913/PPU bersama Kapolres PPU Dampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

TRIBUNNEWS.MY.ID|PENAJAM – Komandan Kodim 0913/PPU Letkol Inf Dharmawan Setyo Nugroho SIP bersama Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan SIK mendampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan RI Nadiem Anwar Makarim, B.A, M.B.A.

Dimana dalam rangka meninjau SDN 025 Penajam guna melaksanakan Diskusi dengan warga sekolah, serta Melakukan Pengecekan langsung terhadap Pemanfaatan Dana BOS yang telah diberikan oleh Pemerintah. Kamis (8/4/2021).

Agenda kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ke SDN 25 Penajam meliputi,Diskusi dengan warga sekolah. Pemanfaatan Dana Bos yang di berikan oleh Kementerian pendidikan dan kebudayaan RI.

Kemudian Terkait Isu guru dan tenaga kependidikan dan Pembelajaran tatap muka dengan sistem terbatas ( PTM Terbatas ).

Dalam arahan singkatnya Anwar Makarim menyampaikan,” Terkait dengan peningkatan pada Tahun pertama dengan dana BOS majemuk apakah sangat membantu Para guru atau tidak, 

Menurut beliau, Termasuk program Guru penggerak PGP 2 apa sangat membantu. Dan Salah satu SDN 25 Penajam ini akan mendapatkan bantuan berupa digital terkait program.

“Terkait dengan Guru honorer bisa mengikuti tes P3K ,Kebijakan SK IV menteri yang sudah di keluarkan apa berfungsi untuk pembelajaran tatap muka terhadap anak sekolah serta Program P3K kedepannya akan di butuhkan sekitar 5500 Orang,”Kata Mendikbud.

Sementara itu Ketua PGRI Kab PPU Drs Suardi S.Pd ,MM menyampaikan ,” Kami meminta kepada bapak Menteri untuk membuat kebijakan agar guru - guru yang lama tidak tergeser dengan guru yang akan masuk dengan adanya IKN.

"Termasuk juga bakat ,minat dan Aqiu anak pada saat mau masuk sekolah itu yang diutamakan dan Harapan kedepannya adanya tim pengaji untuk guru guru di calon IKN kedepanya,”pungkas Suardi.

Dan di jawab oleh Mendikbud, Program yang dilaksanakan ini merupakan alat untuk mengevaluasi jati diri kita sendiri. Harapan saya kedepanya terhadap guru penggerak itu, lebih di perhatikan lagi kinerjanya

"Dimana untuk komitmen kita kedepanya dan  Alasan kita UN dihilangkan karena bakat anak anak tidak sama sehingga mengurus pikiran mereka," katanya.

Adapun yang ikut dalam rombongan Mendikbud diantaranya,Komisi X DPR RI Ibu Dr.Ir. Hetifah Sjaifudian M.PP ,Staf Khusus Menteri Pramoda dei Sudarmo M.BA,M.PA,Kadisdik Prov. Kaltim Anwar Sanusi,Direktur PLPP Totok Supriyitno.Ph.D,Ajudan Mendikbud dan Walpri Mendikbud.

Kegiatan tersebut juga di hadiri oleh, Sekda PPU Dr Mulyadi M Hum ,M.Si , Kadisdikpora Drs Alimuddin,Ketua PGRI Kab PPU Drs Suardi S.Pd ,MM,Camat Penajam Pang Irawan S STP,Danramil 0913 - 01 / Penajam Kapten Inf Imam Syafi'i.

Kemudian Kapolsek Penajam AKP Heri Purnomo SH ,Kadinkes PPU dr Grace Makisurat , Kepala sekolah SDN 25 Penajam Abdul Wahap S.Pd Serta para perwakilan Kepala Sekolah ,Guru SD dan SMP se Kab PPU. (FT)


loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved