Oknum Bidan di Cibadak Diduga Lakukan Malpraktek dan Lecehkan Wartawan - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita -->

Jumat, 18 Juni 2021

Oknum Bidan di Cibadak Diduga Lakukan Malpraktek dan Lecehkan Wartawan

Oknum Bidan di Cibadak Diduga Lakukan Malpraktek dan Lecehkan Wartawan

TRIBUNNEWS.MY.ID|SUKABUMI - Malpraktek merupakan suatu jenis pelanggaran tugas yang menyebabkan seseorang menderita kerugian. Hal tersebut biasanya dilakukan baik oleh seorang oknum dokter maupun perawat atau bidan.

Seperti Halnya yang dilakukan seorang oknum bidan berinisial H yang bertugas di Puskesmas Sekarwangi, diduga akibat kelalaiannya hampir membuat pasien mengalami pecah Pembuluh Darah.

Nasib Naas tersebut dialami Fina (36) warga Kampung Cikadaka RT 04/07 Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Saat ia mengobati penyakit rematiknya ke Bidan H pada Bulan Ramadhan lalu.

"Setelah berobat di bidan H, lalu keesokan harinya obatnya saya diminum. Namun selang beberapa menit tiba - tiba lidah saya menjulur, terus memanjang. Melihat kondisi tersebut tentu saya panik, kemudian berobat ke klinik terdekat.

Lanjut Fina menuturkan, Namun dokternya malah mengintruksikan agar secepatnya dibawa ke RSUD Sekarwangi guna menghindari pecah pembuluh darah.

Sementara saat dikonfirmasi awak media, oknum bidan tersebut malah membantah tidak merasa bersalah hingga keluar kata - kata menantang. 

"Tuntut saya kalau memang benar-benar saya yang salah," kata dia (Oknum Bidan) saat dikonfirmasi.

Tidak sampai disitu saja, ulah oknum bidan tersebut seakan menentang hingga berani melecehkan profesi wartawan yang ia tulis melalui pesan WhatsApp.

"LPKDN lembaga jelas statusnya. Bukan media media yang mencari kesalahan dan ujung ujungnya minta uang. Mohon maaf jangan tersinggung, karena saya gak tahu mana wartawan yang statusnya di akui atau tidak," tegas dia.

"Berdasarkan pengalaman pahit di masa lalu, saya sampai depresi dan cuti kerja hampir 1 tahun. Dengan kejadian sekarang yang dialami ibu fina, saya jadi mulai depresi dan takut seperti dulu. Tapi dengan adanya lembaga LPKDN hati saya mulai tenang. terima bantuannya," ungkap bidan H di pesan Whatsappnya.

Ketua umum LPKDN Yopi Sulaeman ketika dimintai keterangan terkait hal tersebut. Dirinya (Yopi, Red) menyayangkan terkait hal pemberian obat secara langsung, dan penanganan pengobatan umum selain tupoksi bidan apakah di benarkan ?. (ARIS/Team)


loading...

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved