DAERAH -->

Minggu, 07 Maret 2021

Uu Ruzhanul Ulum meninjau pertambangan di Desa Padakembang

TRIBUNNEWS.MY.ID|TASIKMALAYA - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum meninjau pertambangan di Desa Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (7/3/2021). 

Kang Uu mengatakan, peninjauan dilakukan sebagai respons atas adanya gejolak di pertambangan tersebut. 

Ia pun berharap masyarakat sekitar penambangan dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang merugikan. 

"Harapan kami masyarakat tenang. Percayakan kepada kami. Jangan ada perusakan dan juga jangan ada kegiatan-kegiatan lain yang menjurus kepada hal yang bertentangan dengan aturan," kata Kang Uu. 

Gejolak muncul setelah CV. Trican yang memegang izin penambangan diduga memalsukan penggunaan tanda tangan masyarakat. Sebab, masyarakat sekitar tidak  menyetujui penambangan. Sedangkan, tanda tangan diberikan untuk kepentingan lain.

Oleh karena itu, kata Kang Uu, pihaknya beserta Aparat Penegak Hukum akan memantau pertambangan. Tujuannya agar keputusan yang diambil sesuai dengan regulasi. 

"Karena kita tinggal di negara hukum agar adanya asas keadilan bagi berbagai pihak. Hukum dibuat untuk kemanan, hukum dibuat untuk kesejahteraan," ucapnya. 

Dalam peninjauan tersebut, Kang Uu dan tokoh masyarakat membuat kesepakatan untuk menghentikan sementara kegiatan penambangan CV. Trican sampai ada keputusan. 

"Ini semua sebagai bukti keberpihakan dan perhatian kami, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, kepada masyarakat dengan kehadiran dan kesepakatan yang dibuat," tuturnya. 

Selain itu, Kang Uu mengatakan bahwa Pemda Provinsi Jabar berkomitmen untuk menindak pertambangan-pertambangan dan galian ilegal. 

"Kalau penambangan legal, pertama dia tidak akan sporadis akan sesuai dengan aturan. Kemudian juga pasti ada  jaminan untuk reklamasi, seandainya tidak membuat reklamasi, maka uang tersebut bisa dipakai untuk jaminan," katanya. 

"Yang kedua juga tidak akan merusak lingkungan karena sudah ada aturan-aturan tertentu," imbuhnya. (FT)


Kades Cimanggis Menanggapi Jalan Rusak Pasca Perbaikan

TRIBUNNEWS.MY.ID|BOGOR - Setelah dilakukan perbaikan pada sekitar dua bulan lalu, jalan lintas Desa Cimanggis Kecamatan Bojonggede – Tanah Sareal Kota Bogor, kembali rusak dengan lubang menganga. Dan kerusakan cukup mengganggu para pengendara yang melewati jalan tersebut.

Kerusakan jalan yang baru dua bulan usai diperbaiki dengan sistem tambalan menggunakan batu, pasir dan aspal ini diperkirakan lantaran curah hujan yang tinggi. Sementara saluran drainase di sekitar jalan kurang memadai.

Dan selain itu, beban berat dari kendaraan truck angkutan tanah galian, yang beberapa waktu belakangan kerap berlalu lalang di sekitar lokasi juga ikut andil mempercepat kerusakan.

“Belum lama juga dibenerin jalan ini, sekarang sudah rusak lagi, aspalnya mulai terkikis lagi dan jadinya banyak juga lubang menganga di sekitar lokasi , ini kan mengganggu dan cukup membahayakan para pengguna jalan," ujar Soleh, salah satu pengendara yang sedang melintas.

Lanjut Soleh mengatakan, kalo dilihat dari kerusakan jalannya sih kemungkinan besar akibat banyaknya truk angkutan tanah kemarin itu ya.

Sementara itu saat berbincang dengan awak media seputar kerusakan jalan tersebut, Sabtu (6/03/2021).

Kepala Desa Cimanggis Kecamatan Bojonggede Abdul Azis menyatakan," pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk merespon hal tersebut, diantaranya beberapa waktu lalu saat ramainya aduan tentang galian," katanya

Menurut Abdul Aziz menjelaskan, pemerintah desa dengan segera telah melaporkan dan meminta kepada pihak Sat Pol PP, untuk menghentikan kegiatan penggalian, dan berkoordinasi juga dengan aparat. Dimana terkait untuk membersihkan area jalan dari tumpahan tanah yang membahayakan para pengendara.

“Permintaan kami untuk dilakukan perbaikan pada ruas jalan lintas Desa Cimanggis sudah direspon dan sudah dilakukan perbaikan saat itu oleh UPT 1 PUPR Kabupaten Bogor, karena jalan ini memang jalan Kabupaten. Namun saat ini kembali mengalami kerusakan di sekitar jembatan Kopral hingga depan kantor desa," pungkasnya.

Masih menurut Abdul Aziz, Kita juga sudah kroscek ke lapangan kemarin, dan besar kemungkinan kerusakan tersebut diakibatkan oleh curah hujan tinggi dan banyaknya kendaraan angkutan tanah yang mungkin saja over tonase.

“Adapun Untuk perbaikan, saat musrembang di Kantor Kecamatan beberapa minggu lalu. Dan sudah ada pengajuan untuk infrastruktur, dengan anggaran sekitar 1,6 Miliar, termasuk pengajuan untuk proyek peningkatan jalan di wilayah Desa Cimanggis ini, semoga tahun ini proyek tersebut bisa terealisasi, “imbuhnya.

Kepala Desa Cimanggis Abdul Azis juga menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin dalam menjaga lingkungan. 

"Jangan hanya meminta peningkatan kualitas infrastruktur saja, tetapi juga warga harus berperan aktif menjaga lingkungannya. Dimana seperti jangan buang sampah sembarangan di pinggir jalan atau aliran sungai," Pesan Abdul Aziz selaku Kepala desa.

Lanjut Abdul Aziz, selain itu juga patuh dalam melaksanakan kewajiban seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor, karena salahsatu pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur adalah dari hasil pajak kendaraan. (Yus)


Sabtu, 06 Maret 2021

Kasus Vidio Viral Apdesi Mogok di Sukabumi, PENAMAS siap terbang ke Polda Jabar

TRIBUNNEWS.MY.ID|SUKABUMI - Kasus Vidio Viral Asosiasi Perangkat Desa Indonesia (APDESI) Kabupaten Sukabumi, ternyata sampai saat ini masih terus bergulir. Walaupun sebelumnya kasus tersebut sudah di laporkan oleh Perwakilan Media, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Polres Sukabumi.

Dan kasus Vidio viral yang terjadi pada tanggal 24 November 2020 yang terjadi dihalaman Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  (DPMD) Kabupaten Sukabumi tersebut, sampai saat ini masih terus menjadi perbincang hangat di kalangan media dan LSM. 

Bahkan beberapa media dan LSM yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Persatuan Nasional LSM dan Media Sukabumi (PENAMAS), kembali mempertanyakan terkait kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Dan berencana akan segera membuat laporan baru ke Polda Jawa Barat, untuk menegakan kebenaran.

"Hari ini, kita mengadakan pertemuan silaturahmi bersama rekan media dan LSM untuk membahas masalah kasus hukum oknum Apdesi Kabupaten Sukabumi. Kami yang tergabung dalam forum silaturahmi PENAMAS akan terus berjuang untuk menegakan kebenaran," kata Freddy Ketua GMBI Sukabumi, saat pertemuan di salah satu lokasi jajanan tradisional yang berada dijalan raya lingkar selatan Sukabumi, Sabtu (06/03/2021). 

Dikatakan, dari hasil rapat hari ini kami sepakat untuk melangkah kedepan menegakkan kebenaran. Dimana untuk melangkah kejenjang yang lebih tinggi membuat laporan baru kepada Polda Jabar, dan di tembuskan kepada semua unsur penegak hukum di republik ini.

"Rencananya, besok beberapa dari rekan PENAMAS akan segera berangkat, karena semua berkas sudah lengkap di kemas dan siap di terbangkan," kata dia.

Senada juga di ungkapkan oleh perwakilan unsur media Sukabumi, Rijal Pane, bahwa untuk kasus hukum oknum Apdesi Kabupaten Sukabumi yang berkasnya masih berada di Polres Sukabumi, akan kita tindak lanjuti sampai ke Polda Jabar. Dimana agar kasus ini bisa terselesaikan dengan baik tanpa merugikan kedua belah pihak.

"Mudah-mudahan, laporan kita bisa di terima dan hukum bisa di tegakkan seadil-adilnya," pungkasnya. (MS)



                          

Wakil Bupati Cirebon Beri Bantuan kepada Bocah 9 Tahun Penderita Kangker Hidung

TRIBUNNEWS.MY.ID|KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih menjenguk Azis Syahrul (9), bocah penderita kanker hidung di rumahnya di Desa Mundu Masigit, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Selain menjenguk, Ayu sapaan Wahyu Tjiptaningsih juga memberikan bantuan kepada Azis Syahrul, Bapaknya dan ibunya. Azis Syahrul anak pertama dari Maman Abdurahman dan Kurniasih, Sabtu (6/3/2021).

Ayu menuturkan, kami memberikan  bantuan pengobatan kepada Azis Syahrul untuk rekomendasi ke RS. Hasan Sadikin Bandung dan memberikan bekal berupa uang tunai, susu serta makanan ringan lainnya sebagai tambahan gizi sekaligus kemudahan saat pemeriksaan nanti di Bandung.

Menurut Ayu, setelah ada kepastian hasil pemeriksaan dari RS. Hasan Sadikin Bandung. Ayu akan mengupayakan pemeriksaan dan Kemo Therapy di Cirebon yaitu di RS. Waled atau di Klinik Medical Centre.

Kami akan upayakan Azis Syahrul untuk kemo therapy di Cirebon atau Klinik yang memiliki fasilitas lengkap seperti Medical Centre," imbuhnya.

Ayu berharap Azis Syahrul bisa lekas sembuh dan cukup berobat di RS yang ada di Kabupaten Cirebon, sehingga kedua orang tuanya tidak lagi mengalami kesulitan pembiayaan hidup selama dalam proses pengobatannya.

Sementara itu, Maman Abdurahman orang tua Azis Syahrul mengatakan, banyak terimakasih atas kepedulian Ibu Ayu yang sudah berkunjung ke rumahnya dan memberikan pengobatan untuk anak kami.

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat setempat Jepri yang juga ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Mundu turut bangga menyaksikan kepedulian Ibu Ayu Wabup Cirebon yang merupakan kader dari PDI Perjuangan.

Jujur saya merasa bangga dengan kepedulian Bu Ayu yang dengan sigap mendengar ada anak penderita kanker hidung langsung menjenguk ke rumahnya dan memberikan bantuan pengobatan kepada anak tersebut," katanya. (SF)


Jumat, 05 Maret 2021

Tambang Emas Ilegal Gunung Botak Kuat, Diduga ada Backing Oknum Aparat

TRIBUNNEWS.MY.ID|BURU, (OPINI)  – Dari berbagai program yang dilakukan Kapolri, diantaranya membenahi oknum polisi-polisi nakal. Akan tetapi sepertinya belum dijalankan secara maksimal. 

Betapa tidak diduga ada beberapa oknum polri yang membackup  Penambang Emas Ilegal di Gunung Botak, Desa Persiapan Wansaid, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru.

Dari perbuatan ilegal itu, Maluku Kembali jadi Sorotan. Pasalnya ada sebuah galian tambang emas jadi rebutan para penambang liar, yang konon kabarnya ada oknum polri yang membackup, Kamis (4/3/2021).

“Kebetulan lokasi tersebut familiar di kalangan penambang disebut “Lubang Janda”, yang terletak di Kawasan Gunung Botak.

Informasi yang di himpun dari berbagai sumber lokasi tersebut (Lubang Janda.Red) jadi rebutan, karena ada deposit emas yang telah di ambil dan terkandung di dalamnya cukup banyak.

Salah satu sumber terpercaya menyampaikan, bahwasanya dari hasil menambang di kawasan Lubang Janda, Gunung Botak tersebut dari perkarungnya didapat emas kisaran 5 gram – 100 gram (1 Ons).

Seminggu belakangan kisaran 22 Februari -2 Maret 2021 lokasi tambang tersebut (Lubang Janda.Red), jadi tujuan penambang yang melakukan penambangan di Gunung Botak karena hasil yang menggiurkan.

Walau kerap di lakukan patroli oleh Pos Pam Gunung Botak, tapi penambang tetap antusias mendatangi lokasi tersebut. Setelah bubarnya Patroli yang di Gelar Pos Pam Gunung Botak.

Diketahui selain aktifitas melubang (Kodok-kodok.Red) ada juga aktifitas Tembak larut milik saudara Ino (Nama Panggilan) yang memanfaatkan air dan karpet sebagai media penangkap emas.

3. Dugaan ada aktor-aktor yang memanfaatkan situasi di Gunung Botak untuk kepentingan pribadi.
Catatan:

1. Kegiatan ilegal disekitar lobang janda mulai menimbulkan perselisihan antara penambang karena perebutan untuk menguasai lobang yang hasilnya menjanjikan (Kodok-kodok.Red)

2. Tembak Larut di sekitar lobang janda yang dapat membahayakam penambang karena rawan longsor dan ambruk.

4. Dugaan ada salah satu lobang yang di backup oknun anggota Kepolisian Polsek Waeapo, Polres Pulau Buru, Faisal Husen alias/ biasa di panggil Napi dengan nama-nama pekerja Ustad, Munir, Abu Seram, dan beberapa orang lainnya diketaui namanya.
Rekomendasi:
1. Menghindari konflik karena upaya-upaya perebutan lobang agar lokasi tersebut dikosongkan dan menutup lobang-lobang.

2. Menghindari dampak dari longsor dan ambruknya tebing yang dapat membahayakan penambang agar tembak larut di lokasi lubang janda, kapuran, pohon nangka, Gunung Botak segera di tertibkan.

3. Harus segera melakukan penangkapan terhadap otak dibalik aktifitas tambang Gunung Botak, dan pemilik lobang serta pemilik tembak larut.

4. Adanya penindakan terhadap oknum anggota yang terlibat.Dasar Hukum: Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba.
Pasal 158.

Setiap orang yang melakukan Penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)”.Pasal 161.

Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan Pengolahan dan/atau Pemurnian, Pengembangan dan/atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB 

Atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf g, Pasal 104, atau Pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah)”. (Tim/Hsn)


Rabu, 03 Maret 2021

Tiga Ormas Mendampingi Petani Mendatangi PT Caraka Anugrah Santoso Terkait Meminta Ganti Rugi

TRIBUNNEWS.MY.ID|PURWAKARTA - Organisasi Masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu ( GRIB), GMBI, Gibas Sektor Cibatu, dan KOMPAK Kecamatan Cibatu bersama Petani mendatangi Perusahan PT Caraka Anugrah Santoso.

Kedatangan mereka untuk menuntut ganti rugi gagal panen, karena terendam banjir yang diakibatkan dampak dari perusahaan PT Caraka Anugrah Santoso. Dimana perusahaan tersebut yang beralamat di Desa Cipinang, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Purwakarta. Rabu (3/3/2021).

Pasalnya, akibat dampak dari pembangunan perusahaan tersebut saluran air (Parit) menjadi tidak maksimal. Sehingga mengakibat banjir ke kolam ikan, dan Hekataran sawah milik warga lingkungan setempat yang mengakibatkan gagal panen.

" Perjanjian awal sebelum mendirikan bangunan pihak perusahaan sudah berjanji, siap membantu dan mengganti segala kerugian masyarakat setempat, jika ada dampak dari pembangunan perusahaan tersebut," kata Iskandar Ketua GMBI Cibatu.

Masih menurut Iskandar menuturkan, Namun setelah terjadi seperti ini, katakanlah banjir yang menggenangi Hektaran sawah milik warga lingkungan sehingga gagal panen.

"pihak perusahaan seolah olah tutup mata, dan tidak mau mengganti kerugian petani akibat gagal panen. Karena banjir dampak dari perusahaan tersebut," Ujar Iskandar.

Di tempat yang sama, Ketua GRIB PAC Cibatu H. Bohim menuturkan, pihak perusahaan awalnya tidak mau ganti rugi, dan kita sudah tiga kali melakukan mediasi dengan perusahaan, namun perusahaan bersikukuh tidak mau ganti rugi.

Audensi sempat alot, hari ini adalah puncak kemarahan para petani. Karena sudah beberapa kali mediasi, namun tidak mendapatkan kesepakatan dan meminta bantuan kepada kami ormas dan LSM cibatu. Dimana untuk mendampingi ke perusahaan tersebut.

" Alhamdulillah hari ini menemukan titik terang kesepeakatan antara petani dan perusahaan, yakni pihak perusahaan siap mengganti Kerugian 100 % kepada petani dengan sistem dua kali pembayaran," Ujar H. Bohim

Management perusahaan PT. Caraka Anugrah Santoso, Andreas selaku General Manager mengatakan, Siap menggati kerugian petani yang gagal panen akibat banjir dari dampak perusahaan.

" Perusahaan siap ganti kerugian petani yakni kisaran Rp. 400.000 / Kwintal dengan dua kali pembayaran," Kata Andreas.

Dalam Audiensi tersebut dihadiri oleh Management perusahaan Andreas selaku Gemeral Manager PT. Caraka Anugrah Santoso, Ormas GMBI Distrik Cibatu yang diketuai oleh Iskandar, Ketua Ormas GRIB PAC Cibatu H. Bohim.

Kemudian Kapolsek Cibatu AKP Ali Murtadho yang di wakili Kanit Rojak, Camat Cibatu Aan, Lurah Cipinang Wawan, Kanit Intelkam Polsek Cibatu, Babinsa, Bahbinkamtibmas, Satpol PP dan Ketua Bamusdes Desa Cipinang Wawan. (*)


Selasa, 02 Maret 2021

Uu Ruzhanul Dorong BPD Jaga Kekompakan dengan Pemerintah Desa

TRIBUNNEWS.MY.ID|CIREBON - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Jabar untuk meningkatkan kekompakan dan menyamakan pandangan dengan pemerintah desa. Tujuannya agar pembangunan desa berjalan optimal. 

Hal itu dikatakan Kang Uu dalam Rapat Pimpinan Daerah dan Musyawarah Daerah BPD Kabupaten Cirebon di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Selasa (2/3/2021). 

"Harapan kami ada pandangan yang sama bahwa kebersamaan antara BPD dengan kepala desa dan perangkat desa ini penting untuk kemajuan desa," kata Kang Uu.

Oleh karena itu, Kang Uu mendukung kegiatan musyawarah daerah BPD di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah BPD untuk berkoordinasi, berkolaborasi, dan berinovasi. 

"Kalau ada koordinasi, berarti seluruh BPD di Jawa Barat akan satu draf langkah dalam melaksanakan tugasnya yang ada tiga, yaitu pengawasan, membuat Perdes (Peraturan Desa), dan memberikan masukan ke tingkat pemerintah provinsi," tuturnya.

"Jadi semua BPD di Jawa Barat akan memberikan masukan, akan satu ilmu, satu pandangan, tentang desa-desa di Jawa Barat," imbuhnya.

Kang Uu pun menuturkan, musyawarah daerah BPD akan mengedukasi pihak BPD terkait program Desa Juara yang membutuhkan peran dan koordinasi yang kuat antara BPD dengan pemerintah desa.

"Yang terpenting, kegiatan kali ini memberikan wawasan kepada para kepala BPD untuk tetap membangun soliditas dengan kepala desa, karena program Jawa Barat adalah Desa Juara. Itu harus dilaksanakan oleh para kepala desa bersama BPD-nya," ucapnya.

Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih menuturkan, musyawarah daerah BPD dapat melahirkan rumusan-rumusan untuk membangun desa, terutama di tengah pandemi Covid-19. 

"Tolak ukur pembangunan Kabupaten Cirebon dan juga Jawa Barat ini terkumpul semuanya di desa. Oleh karenanya, perlu kerja keras dan menjadi pekerjaan rumah kita bersama," kata Ayu --sapaan Wahyu Tjiptaningsih.

"Perlu dukungan juga dari pemerintah daerah, sehingga kemudian misi Jawa Barat Juara Lahir Batin bisa tercapai," tambahnya. (SF)


Sabtu, 27 Februari 2021

IKA SPENTI PURWAKARTA Bantu Korban Banjir di Kabupaten Subang

TRIBUNNEWS.MY.ID|SUBANG - Sejumlah 150 paket sembako juga pakaian baru dan bekas layak pakai serta peralatan lainnya berhasil didistribusikan oleh, IKA SPENTI PURWAKARTA. 

Dalam hal ini giat Baksos korban banjir di daerah, kampung Kedung gede, RT 09, RW 04, Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Sabtu, (27/02).

Kegiatan baksos dilakukan disalah satu titik korban banjir yang benar benar membutuhkan bantuan. Dan juga dilakukan koordinasi dengan pihak pemerintahan Desa setempat, sehingga bantuan tersebut menjadi tepat sasaran.

IKA SPENTI dalam kegiatan kali ini hanya memerlukan waktu yang sangat sebentar, untuk mengumpulkan sejumlah dana. Karena begitu antusiasnya para alumni, untuk membantu sesamanya yang lagi membutuhkan pertolongan dan bantuan.

"inilah salah satu humanis alumni SMPN 3 Purwakarta yang tergabung dalam IKA SPENTI," seperti yang dikatakan ketua panitia Baksos, Tuti Tursinawti, Angkatan 87 disela kesibukannya.

Lanjut Tuti menjelaskan, Alhamdulillah ini merupakan suatu kebahagiaan kami, karena masih bisa berbagi dimasa Pandemi Covid 19. Dan juga saya selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih, kepada seluruh alumni SMPN 3 Purwakarta.  

"dengan antusiasnya untuk memberikan bantuan kepada korban bencana. Sehingga sejumlah dana bisa cepat terkumpul, dan bisa langsung cepat didistribusikan kepada para korban banjir didaerah Pamanukan Subang ini," ucap Tuti.

Ketua Umum IKA SPENTI Purwakarta Gegen Diosya Surendageni, SH. MH, juga ikut mendampingi dalam pendistribusian bantuan dan giat Baksos di kecamatan Pamanukan. 

Dirinya mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan sosial yang akan berkesinambungan.

" Saya pribadi dan IKA SPENTI, ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah sukses melakukan kegiatan ini. Karena ini merupakan suatu momen yang sangat penting buat IKA SPENTI PURWAKARTA, juga merupakan kegiatan yang pertama melakukan Baksos ini," kata Gegen.

Lanjut Gegen berharap, Insya Allah kegiatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Karena masih banyak titik titik daerah bencana, yang bisa kami kunjungi dan diberikan bantuannya. (*)


© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved