KRIMINAL -->

Kamis, 08 April 2021

Maraknya Penarikan Sepeda Motor, Laskar Hearing Ke Kantor Cabang Adira Selong Lombok Timur

TRIBUNNEWS.MY.ID|LOMBOK TIMUR (Nusa Tenggara Barat ) - Maraknya penarikan oleh pihak Pinancial di Lombok Timur Laskar NTB Hearing ke Kantor Cabang Adira Selong Lombok Timur. 

Sekitar 10 orang dari Laskar NTB datangi Kantor Cabang Adira Lombok Timur hearing terkait maraknya penarikan Sepeda motor oleh pihak ketiga ( Pinancial). 

Ketua DPD Laskar NTB Lombok Timur Zaenul Arifin mengatakan, Kami datang ke kantor Cabang Adira Lombok Timur meminta untuk berhenti melakukan penarikan sepeda motor Customer, Ucap, Arifin, Kamis, 08/04/2021.

" Saat ini kita dilanda Covid-19 pihak Financial agar memberikan keringanan kepada Customer yang nunggak (Belum mampu Bayar) , " Jelasnya. 

"Pihak Adira tidak mempunyai  perikemanusiaan tidak memikirkan perasaan Customer yang di cabut motornya, " Tegasnya. 

"Kalau tidak ada penyelesaian terkait di tariknya  mobil anggota Laskar Ntb, kami akan menuntut pihak Adira, " Cetusnya. 

Ia berharap di masa pandemi Covid-19agar tidak melakukan penarikan di jalan lagi, saat ini masyarakat masih krisis ekonomi.

Waka Polres Lombok Timur Kompol Kiki Firmansyah menuturkan, Pelaksanaan hearing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Ujar Kompol Kiki. 

"Hearing dilaksanakan diluar kantor karena Adira tidak memiliki ruangan yang besar," Kata, Kiki. 

"Dimaksud untuk tetap bisa terjaga prokesnya, Harapnya. 

Pelaksanaan hearing berjalan tertib dengan pengamanan dari Anggota Polres dan Polsek Selong, Tutupnya. (Husni)


Kamis, 01 April 2021

Kejari Purwakarta Serahkan Berkas Tahap II Kasus Dugaan Dana desa Anjun, Sukatani

TRIBUNNEWS.MY.ID|PURWAKARTA - Kamis 1 April 2021 Kejaksaan Negeri Purwakarta melalui Pers Reles menyerahkan berkas tahap II atas dugaan kasus penyalah gunaan dana desa Anjun Kec. Sukatani, Kab.Purwakarta.

Kejaksaan Negri Purwakarta Andin Adyansaktoro, SH,MH melalui Kaso Intel Onneri Khairoza SH MH menjelaskan bahwa berkas tahap I Desa Anjun diserahkan pada tahun 2020 lalu.

Adapun kronologi dari perkara tersebut antara lain, yaitu:

Pada tahun 2019, Tersangka dilantik menjadi Penanggung Jawab Kepala Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Di tahun yang sama, terjadi pencairan Dana Desa Tahap III kurang lebih Sebesar Rp 320.000.000,- (tiga ratus dua puluh juta rupiah).

Kemudian pada bulan Januari 2020, Dilakukan audit oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Purwakarta. Dan ditemukan adanya kekurangan volume terhadap pembangunan Dana Desa (DD) Tahap III sebesar Rp 228.000.000,- (dua ratus dua puluh delapan juta rupiah).

Atas temuan tersebut Inspektorat Daerah Kabupaten Purwakarta merekomendasikan kepada Tersangka (PJ Kades Anjun), untuk segera mengembalikan uang sebesar Rp 228.000.000,- (dua ratus dua puluh delapan juta rupiah) tersebut ke rekening kas Desa Anjun.

Pada tanggal 30 April 2020, Penanggung Jawab Kepala Desa Anjun mengembalikan uang kekurangan tersebut kepada kas Desa Anjun. 

Namun pada tanggal 18 Mei 2020, uang hasil pengembalian tersebut ditarik kembali oleh Tersangka (PJ Kades Anjun) sebesar Rp 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah). Dan penggunaan uang tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Tersangka.

Dari hasil penyidikan, Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Purwakarta melakukan penyitaan uang tunai sebesar Rp 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah).
" Tersangka diketahui telah melakukan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa (DD) Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 179.000.000,- (seratus tujuh puluh Sembilan juta rupiah) yang terjadi dalam kurun waktu tahun 2019 di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta," jelas

Berdasakan hal tersebut diatas, penyidik memaparkan bahwa Tersangka melanggar pasal:

Primair : Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsidair : Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

" atas pelanggaran diatas bahwa dilakukan penahanan terhadap Tersangka selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 01 April 2021 sampai dengan 20 April 2021 di Rumah Tahanan Negara Polres Purwakarta," tegasnya.

Sebagaimana hasil penyelidikan, penyidikan hingga penyerahan berkas hingga tahan II. Kejaksaan Negri Purwakarta Pada pukul 16.15 WIB, pelaksanaan pengiriman Tersangka (Tahap II) Atas Nama Tersangka MSH (PJ Kades Anjun) ke Rutan Polres Purwakarta berjalan dengan lancar dan kondusif. (Red)


Kata Kapolresta Bandung Polda Jabar Terkait Dua Orang di Cangkuang di Jemput Densus 88

TRIBUNNEWS.MY.ID|BANDUNG - Pasca insiden seorang wanita yang diduga teroris menyerang Mabes Polri pada Rabu, (31/3/2021) siang. Densus 88 menjemput dua orang pria di Komplek Sanggar Indah Banjaran Blok C3 Desa Nagrag, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Penjemputan tersebut dilakukan enam jam setelah kejadian baku tembak yang menewaskan seorang wanita yang diduga teroris di Mabes Polri. 

Kapolresta Bandung Polda Jabar Kombes Pol Hendra Kurniawan menjelaskan, penjemputan kedua pria tersebut masih dalam proses pendalaman dari Densus 88.

"Untuk sementara masih dalam proses pendalaman, karena ini kewenangan dari Densus 88," katanya saat meninjau langsung proses penjemputan dua pria tersebut. 

Ditanya tentang inisial kedua pria tersebut, Kapolresta Bandung Kombes Hendra belum bisa menyampaikan. 

Hampir dua jam tim Inafis dan Densus 88 melakukan penggeledahan dirumah tersebut. Petugas menemukan beberapa barang bukti berupa anak panah, senjata tajam serta atribut lainnya

"Saya belum bisa memastikan mereka ini dari jaringan mana, karena dari beberapa barang bukti yang ditemukan seperti anak panah, senjata tajam jenis samurai serta atribut lainnya," ujarnya. 

Dari beberapa kejadian terkait aksi teror belakangan ini, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Bandung untuk tetap tenang dan tidak usah panik. 

"Saya himbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan kita tidak perlu takut, kita harus bersama melawan terorisme," pungkasnya. (FT)


Polri Pastikan Senjata Pelaku Teror Mabes Polri Jenis Airgun

TRIBUNNEWS.MY.ID|JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono memastikan bahwa jenis senjata yang digunakan pelaku teror Zakiah Aini di Mabes Polri, merupakan jenis Airgun berkaliber 4,5 MM. 

Hal itu dipastikan setelah melakukan pendalaman dan pengecekan dari uji labfor atas sejumlah barang bukti yang ditemukan dari jasad pelaku teror tersebut. 

"Dari hasil pengamatan gambar senjata yang dipergunakan pelaku jenis pistol Airgun BB bullet call 4,5mm," kata Argo dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (1/4).

Disisi lain, Argo menyatakan bahwa, aparat kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan soal asal-usul senjata Air Gun tersebut bisa didapatkan oleh pelaku. 

Apalgi, saat ini pelaku telah meninggal dunia karena aksi terornya tersebut. Sehingga, diperlukan pendalaman untuk mengetahui darimana senjata itu diperoleh. 

"Asal senjata masih diselidiki. Karena yang bersangkutan sudah meninggal," ujar Argo. 

Diketahui, senjata Airgun ini menggunakan gas Co2 sebagai pendorong peluru. Co2 penggunaannya ditancapkan dan dipasang pada bagian popor senjata.

Airgun sendiri adalah salah satu jenis senjata angin. Mekanisme yang digunakan untuk menembak memanfaatkan tekanan angin. Hal yang sama bisa ditemukan pada senapan angin atau airsoft gun.

Tetapi, dalam hal perbedaannya yaitu untuk airgun angin yang digunakan adalah karbon dioksida atau CO2. Peluru yang digunakan juga berbentuk bola kecil atau gotri yang terbuat dari logam. Beda dari airsoft gun yang menggunakan peluru dari plastik yang lebih ringan.

Dengan begitu, airgun lebih memiliki kekuatan dan lebih berbahaya ketimbang airsoft gun. Jika ditembak dari jarak dekat, airgun bisa melukai atau bahkan mematikan orang. (FT)


Pembangunan Gedung Informasi PJT II Diduga Tidak Transparan

TRIBUNNEWS.MY.ID|PURWAKARTA - Pembangunan gedung informasi PJT II yang terletak di Kantor Pusat di Desa Jatiluhur, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta dalam pelaksanaan pembangunannya diduga tidak transparan.

Dimana, dugaan tersebut berdasarkan fakta di lapangan saat awak media melakukan investigasi, Rabu (31/03/2021), adalah benar tidak dipasang papan informasi kegiatan oleh CV.GILANG KARYA PRATAMA, Kontraktor yang menangani pembangunan gedung tersebut.

Selanjutnya Diki selaku pengawas pekerjaan dari CV.GILANG KARYA PRATAMA saat di konfirmasi terkait dengan proyek tersebut  mengatakan bahwa, papan kegiatan tidak ada.

"Papan Informasi tidak ada,mari kita bicarakan hal yang lain,"ujar Diki.

Sementara itu, Deni selaku Direktur CV GILANG KARYA PRATAMA ketika awak media meminta klarifikasi tentang hal tersebut.

"papan informasi kegiatan yang dimaksud ada,kenyatannya di lapangan yang terpasang hanya spanduk yang menerangkan nama perusahaan kontraktornya," katanya.

Lebih lanjut Deni menyampaikan terkait masalah papan informasi sepengetahuannya tidak perlu. Karena anggaran pembangunan gedung informasi PJT II ini, anggarannya bukan dari APBD atau APBN.

"Untuk lebih jelasnya,silahkan menghubungi managemen PJT II,"ujar Deni.

Ditambahkan Deni bahwa, nilai anggaran pembangunan gedung informasi PJT II sebesar 800 jutaan.

Hingga berita ini dinaikkan awak media, belum berhasil menemui pejabat PJT II yang dimaksud,untuk meminta jawaban terkait dengan masalah tersebut. (Red)


Rabu, 31 Maret 2021

Oknum Karyawan/ti PJT II Diduga Lakukan Tindakan Asusila Hingga Lahir Seorang Anak

TRIBUNNEWS.MY.ID|PURWAKARTA - Disinyalir adanya Skandal Asmara yang dilakukan oleh oknum Karyawan/Ti Perum Jasa Tirta II (PJTII) dengan dugaan perselingkuhan hingga kini belum menemukan titik terang.

Bagaimana tidak, kasus dari 2017 dan terbongkar 2019 hingga dilaporkannya pada tanggal 28 Mei 2020 ke Polres Purwakarta hingga kini belum selesai.

Oknum berinisial AS dan DD melakukan hubungan gelap dari tahun 2017 dan terbongkar tahun 2019, hingga diduga lahirnya seorang anak berusia 3 tahun.

Mirisnya kedua oknum tersebut masing masing sudah memiliki pasangan alias berkeluarga. 

RM selaku suami dari DD dengan bukti yang ada melaporkan ke pihak yang berwajib Unit PPA Polres Purwakarta Kamis 28 Mei 2020 dengan Nomor :SKLP-B/112/V/2020/SPKT.

Dan pada tanggal 19 Oktober 2020, RM mengirimkan surat laporan kepada PJTII atas dasar dugaan perselingkuhan yang di lakukan Karyawan/Ti PJTII. 

Atas dasar itu RM menginginkan pihak PJTII bersedia untuk menindak oknum tersebut untuk dihadirkan di Polres Purwakarta saat pemanggilan dan bersedia tes DNA agar semua bisa terbukti. Tetapi hingga kini belum ada titik terang.

Ketika dikonfirmasi lagi RM sambung pesan WhatsApp sejauhmana kasus yang menimpanya itu. RM menjelaskan, pada tanggal 19 November 2020 memenuhi panggilannya lagi untuk datang ke Polres Purwakarta, tetapi pada pemanggilan itu DD tidak ada, yang ada malah para pejabat PJTII.

"Waktu saya datang, ada 5 orang dari pihak PJTII kumpul di depan pintu ruangan Kapolres, diantaranya ada GM/Ka.divisi,"
 
Lanjut RM, anehnya ketika masuk lanjutan proses keruangan pemeriksaan ko tiba-tiba ada surat pernyataan bahwa DD tidak bersedia melakukan tes DNA.

"Ko bisa, tiba-tiba ada surat bahwa DD tidak bersedia di tes DNA, bukannya dengan menolak tes DNA berarti ada apa-apanya," ucap RM dalam pesan WhatsApp Rabu, (31/03/2021). (Red)


Selasa, 30 Maret 2021

Sat Res Narkoba Polres Indramayu Sita 4.360 Butir Obat Keras Berbagai Jenis

TRIBUNNEWS.MY.ID|INDRAMAYU - Satuan Reserse Narkoba Polres Indramayu menyita 4.360 butir obat keras berbagai jenis dari dua orang pengedar, Senin 29 Maret 2021. Dengan barang bukti Obat-obatan keras yang disita yakni Trihexyphenidyl, Tramadol HCl, dan Hexymer.

Dua orang yang ditangkap salah satunya berasal dari Sumatera Selatan. Ia adalah Ad (20 tahun),warga Dusun I, Desa Talang Jaya Indah Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Sedangkan seorang tersangka lain yakni Msd (41 tahun) penduduk Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu. Keduanya kini sedang menjalani pemeriksaan.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Narkoba AKP Heri Nurcahyo menjelaskan, penangkapan terhadap kedua tersangka berawal dari adanya informasi warga.

Ia menyebutkan warga menginformasikan kepada polisi soal adanya praktik jual beli obat-obatan keras terbatas tanpa ijin yang dilakukan kedua tersangka.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan di lapangan dengan cara beberapa anggota SatRes Narkoba Polres Indramayu harus melakukan penyamaran untuk mengungkap kasusnya.

Usaha itu berhasil, tersangka akhirnya ditangkap di depan rumahnya saat sedang bertransaksi.

"Dari tangan mereka, kami juga menyita HP dan uang hasil penjualan obat keras terbatas," ungkap Heri. (FT)


Warga Kedawung Meninggal Dalam Laka Lantas Di Desa Kalisapu

TRIBUNNEWS.MY.ID|KOTA CIREBON - Dalam berlalu lintas, utamakan keselamatan bukan kecepatan. Dan selalu gunakan Helm dengan benar, baik bagi pengemudi maupun yang di bonceng. Baik itu pada pagi, siang atau malam hari sekalipun. Kaitkan tali helm sampai bunyi "KLIK". Musibah kecelakaan adalah rahasia Illahi, bisa menimpa dan di alami setiap orang. 

Arahan seperti ini sering disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama dalam kegiatan dikmas lantas di sekolahan kepada para siswa dan siswi. 

Kembali unit laka lantas menangani kasus laka lantas di Jalan Raya Gunung Jati, Desa Kalisapu Kecamatan Gunung jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu (27/3/2021) jam 20.30 wib.

Menurut Kapolres Cirebon Kota AKBP Imron Ermawan melalui Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama, "ya, benar. Adanya kecelakaan tersebut. Antara Kendaraan sepeda Motor tanpa TNKB berboncengan bertabrakan dengan kendaraan pick up No.Pol: E-8693-CA dengan identitas Pengemudi Kendaraan sepeda Motor tanpa TNKB nama: A (40) warga Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Dan tidak menggunakan helm, tidak ada SIM (meninggal di TKP) Berboncengan dengan nama R (41), perempuan warga Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, tidak menggunakan helm (Mengalami luka Berat). 

"Sementara Pengemudi kendaraan pick up No.Pol.: E-8693-CA Nama: YNP (25) warga Kecamatan Gunung jati, Kabupaten Cirebon, memiliki SIM A," jelasnya.

Masih kata kasat lantas Kronologis, "Pengemudi Kendaraan sepeda Motor tanpa TNKB nama: A berboncengan dengan saudari R datang dari arah utara ke selatan merubah posisi dari lajur kiri ke kanan hendak menyebrang di potongan median jalan bertabrakan dengan kendaraan pick up No.Pol.: E-8693-CA, yang dikemudikan YNP yang datang searah dari utara ke selatan," tegas AKP La Ode Habibi Ade Jama, asli sulawesi ini.

Kedua korban saat ini berada di Rumah Sakit Gunung Jati. Untuk korban A yang meninggal dunia berada di kamar mayat menunggu proses penguburan oleh pihak keluarganya dan untuk korban yang diboncengan. R dalam perawatan sehubungan mengalami luka berat pada bagian kepala," tambah Kasubbag Humas Polres Cirebon Kota.

Kerugian materil Kendaraan sepeda Motor tanpa TNKB mengalami rusak bodi belakang, lampu pecah dan ban pecah dan kendaraan pick up nopol E-8693-CA mengalami rusak bodi depan dan pecah ban. Kerugian Materi diperkirakan mencapai 3 juta. 

Kecepatan Petugas polri datang ke TKP Laka Lantas, khususnya Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama, Kanit laka IPDA Asep dedi Hartono Bersama anggota unit laka AIPDA Edhi Dwiyono, BRIPKA Danis Fajar dan BRIPKA Devan Frinando Sukmana. 

"Dapat dengan segera menolong korban terutama yang meninggal dan mengalami luka berat, serta menormalkan kembali arus lalu lintas yang sempat tersendat dalam cuaca yang sedang turun hujan," tandas IPTU Ngatidja, Kasubbag Humas Polres Cirebon Kota. (SF)


© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved