Peristiwa -->

Jumat, 02 Oktober 2020

Ketua Umum IWO berikan trauma healing dan bantuan lainnya kepada korban banjir bandang Cicurug

Tribunnews.my.id , SUKABUMI

Nasib anak korban banjir bandang di Cicurug menjadi perhatian tersendiri bagi Ikatan Wartawan Online (IWO) Sukabumi.


Untuk itu, jajaran pengurus IWO pada hari Rabu(30/9/202) ,menggelar bhakti sosial memberikan bantuan berupa mainan anak, buku, baju layak pakai dan mendirikn dapur umum untuk 300 porsi makanan siap saji.

Pada intinya ketua umum Jhodi mengatakan bahwa kedatangan PP IWO ke lokasi banjir bandang ini adalah guna memberikan trauma healing terhadap warga korban banjir bandang, utamanya bagi anak-anak yang rentan dalam fase pertumbuhan.

Di tambahkan Yopi sulaiman.SE sebagai Dewan etik PD IWO Sukabumi Yopi sulaiman bahwasannya "Aksi ini merupakan bentuk kepedulian kami, IWO Sukabumi terhadap anak-anak korban banjir bandang, dan warga setempat,"  ungkap nya kepada  media.

Dalam pada itu ketua PD IWO SUKABUMI menjelaskan Selain memberikan konseling, , kami juga memberikan edukasi untuk tetap patuhi protokol kesehatan, karena saat ini ada wabah corona yang tengah mengancam.

Acara yang di prakarsai oleh pimpinan pusat IWO ini juga dihadiri langsung oleh ketua mum PP IWO serta jajaran nya dan Ketua MPR RI.

Sementara itu, Ketua MPR RI,Bambang Soesatyo memberikan donasi sebesar Rp. 5 juta, sedangkan PP IWO di bantu PD IWO Sukabumi menyiapkan dapur umum yang akan menyediakan 300 porsi makanan serta bermacam hadiah dan door price untuk anak-anak yang terkena dampak psikologi.

Seperti diwartakan sebelumnya, diduga jebolnya tanggul kali Cicatih menyebabkan banjir bandang menerjang kawasan Kampung Cibuntu RT 04/04, Desa Pasawahan, Kecamatan  Cicurug. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.10, pada Senin (21/9/2020) lalu.

Kondisi saat ini, beberapa titik lokasi tengah diadakan pemulihan, utamanya pembersihan sampah dan puing-puing sisa banjir.

(Dolen)

Selasa, 18 Agustus 2020

Puluhan warga tersambar petir saat menonton sepak bola saat hujan

Tribunnews.my.id | Banten

Puluhan warga  Banten tersambar petir saat menyaksikan sepak bola di Desa Girimukti dan terjadi di Kecamatan Cilograng,  Senin (17/8) pukul 16.30 WIB ,Dan warga yang tersambar petir itu sebanyak 23 warga.

Dari 23 warga korban itu dilaporkan tiga di antaranya meninggal dunia dan lima warga lainnya dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu, Sukabumi," ,

Peristiwa sambaran petir itu cukup tragis menimpa warga Kecamatan Cilograng hingga mencapai 23 orang juga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia

Berikut nama korban sambaran petir tersebu Irpan (16) tahun
Subadri (50) tahun
dan Ajid (17) tahun.

Korban yang luka berat dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu antaranya , Suryani (24)
, Didin (20)tahun dan Siti Patimah (23) tahun .

Sedangkan kata warga warga yang mengalami luka ringan sebanyak 17 orang dan kini mendapat perawatan di Puskesmas setempat (Kami berharap keluarga korban bersabar dan tabah atas musibah itu serta harus berhati hati lagi jika turun hujan ,) katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, warga yang menjadi korban sambaran petir itu setelah menonton sepak bola dan berteduh di saung yang lokasinya dekat lapangan Saat kejadian itu di lokasi lapangan sepak bola diguyur hujan ringan.
Namun, tiba-tiba warga tersambar petir hingga berjatuhan dan masyarakat  melarikan ke Puskesmas Cilograng agar mendapatkan penanganan medis.

(Dede putra gunadi)

Jumat, 31 Juli 2020

Tujuh orang Bersama Speed Boat Hilang dalam perjalanan menuju torasi 

Tribunnews.my.id | Merauke

Adalah tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Merauke, Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) Merauke, Satrol Lantamal XI Merauke, Pos Angkatan Laut Torasi, Koramil Kondo disiagakan untuk segera melakukan pencarian atas belum tibanya sebuah speed boat di tempat tujuan. Hal ini untuk merespon laporan yang disampaikan oleh komandan Satrol Lantamal XI Merauke yang diterima petugas piket pada pukul 21.00 wit.rabu (29/07/2020) .

Dalam laporannya DanSatpol menyampaikan bahwa telah hilang komunikasi sebuah speed boat berpenumpang 7 (tujuh) orang dengan tujuan Kali Torasi. Speed boat tersebut bertolak dari dermaga Kantor Kementerian Kelautan Dan Perikanan Merauke pada pukul 08.00 wit pagi tadi dengan estimasi perkiraan tiba di Torasi pada sekitar pukul 12 siang.

Namun hingga malam ini speed boat tersebut tidak kunjung tiba. Berdasarkan data yang diperoleh dari Rendi selaku pemilik kapal, kapal yang menggunakan 2 (dua) mesin tempel dan berwarna kuning putih tersebut di awaki oleh Edo. Sedangkan penumpangnya antara lain; Farhan, Okta, Sendi, Adi, Thomas, dan Niko. Kepala kantor Pertolongan dan Pencarian Merauke melalui kasie oprasi Fajar Yuniarto,SE mengatakan Besok pagi pada pukul 06.00 wit, tim SAR gabungan akan mempergunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas Merauke , RIB Satrol Lantamal XI dan Speed Boat masyarakat untuk menyisir rute perjalanan yang diperkirakan dilewati oleh speed boat yang hilang kontak tersebut.

Hal ini dilakukan karena tidak ada informasi dimana posisi terakhir speed boat tersebut. Malam ini upaya pencarian tetap dilakukan melalui jaring komunikasi dengan daerah-daerah pesisir pantai sampai ke Torasi dengan pertimbangan jika speed boat tersebut mengalami kendala baik dengan mesin maupun kendala lain maka pesisir pantai akan menjadi tempat sandar mereka "Personil sejak malam ini sudah disiagakan di dermaga Perikanan Kelapa Lima Merauke untuk pergerakan dini hari esok. “(personil) sudah siap di dermaga malam ini jadi kita bisa langsung aksi saat mulai terang besok” ujarnya. “kami juga membawa cadangan bahan bakar untuk mengantisipasi kekurangan BBM di laut besok dan bila di perlukan akan dibuka posko lapangan di daerah strategis di sekitar area penyisiran seperti di Tomerau” tutupnya. Hingga siaran pers ini dikeluarkan, jaring komunikasi yang dibangun belum membuahkan hasil dan speed boat tersebut masih belum diketahui keberadaannya" pungkasnya

 (Gilangharry)

Sabtu, 11 Juli 2020

Lidik Kasus Minta Gakkum KLHK Lakukan Penegakan Hukum Terhadap PT.MAS

Tribunnews.my.id | Indragiri Hulu

Adanya pengaduan masyarakat tentang limbah dari perusahaan PT.MAS (Mitra Agung Swadaya) yang mencemari lahan masyarakat di kecamatan kelayang kabupaten indragiri hulu telah membuat tim gakkum klhk seksi II wilayah sumatera turun kelokasi perusahaan dan chek kebenaranya 15 s/d 18 juni 2020 lalu.

Hasil informasi yang di terima awak media bahwa tidak semua tempat yang di chek oleh tim gakkum klhk saat tim melakukan verifikasi data di lapangan.

Salah satunya adalah tempat pembuangan limbah cair di areal perkebunan kelapa sawit yang tidak memiliki izin LA (Line Aplikasi) yang mana limbah cair hasil dari pembungan limbah pabrik kelapa sawit tersebut yang diduga mencemari lahan masyarakat bila curah hujan tinggi.

Saat tim lidik kasus dan beberapa awak media 25/06/2020 melakukan investigasi kelokasi pembungan limbah cair tersebut menemukan bayaknya pipa-pipa yang di arahkan pada areal perkebunan kelapa sawit untuk mengalirkan limbah cair tersebut untuk di buang.

Hasil temuan lidik kasus dan beberapa awak media kemudian senin 27/06/2020 melaporkan langsung kepada gakkum KLHK seksi wilayah II pekanbaru Pak Alfian Hardiman,SH kemudian di arahkan langsung oleh Pak Arief Hilman Arda,S.Sos,MT yang merupakan kepala tim langsung saat turun ke PT.MAS dalam melakukan verifikasi lapangan.

Saat awak media menanyakan kepada pak arief apakah mengetahui tentang lokasi pembuangan limbah tersebut dengan menunjukan photo yang telah di ambil oleh awak media dan beliau membantah tidak ada di tunjukan area yang di maksud tersebut dan kami hanya fokus terhadap laporan yang kami terima tentang keluhan masyarakat yang sawitnya mati tercemar limbah sawit”pungkasnya.Kemudian pada kamis 02/07/2020 DLHK inhu turun ke lokasi terkait laporan lidik kasus ke gakum KLHK dan melakukan verifikasi lapangan dan mengambil sempel limbah tersebut untuk di uji laboratarium.
Pada saat bersamaan awak media langsung konfirmasi dengan tim DLHK yang turun langsung ke lokasi pembuangan limbah tanpa izin tersebut,dan pak Mahmud yang menjabat sebagai kabid mengungkapkan kepada awak media bahwa izin LA (Line Aplikasi) memang tidak dimiliki oleh perusahaan PT.MAS dan saat awak media mempertanyakan apakah perbuatan perusahaan itu salah..? pak mahmud menjawab salah,dan apa tindakan hukum yang akan di ambil terkait masalah tersebut..? kita akan menghentikan pembuangan limbah tersebut menjelang izin mereka keluar.

Saat awak media menyinggung bahwa adanya masyarakat yang minta ganti rugi terkait dampak limbah yang tanaman sawit warga ada yang mati,pak Mahmud seperti terkejut dan beliau mengatakan bahwa keterangan perusahaan bahwa masyarakat lah yang meminta limbah itu di buang dan bekerjasama dengan pihak perusahaan”ungkap mahmud.

Soni ketua umum lidik kasus pusat meminta kepada Gakkum KLHK untuk melakukan penegakan hukum terhadap PT.MAS yang telah membuang limbah tanpa izin di area perkebunan kelapa sawit,karena perbuatan perusahaan merupakan kejahatan lingkungan yang dapat membahayakan masyarakat sekitar bila dampak limbah tersebut sampai ke areal pemukiman masyarakat.

Sesuai dengan UU PPLH “Bahwa Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)”tutup Soni.

(Aris)

Minggu, 14 Juni 2020

Satu Unit Rumah Milik Warga Tangkolo Kabandungan Hangus Terbakar


SUKABUMI|tribunnews.my.id- Satu unit rumah warga di Kampung Tangkolo, RT 07 RW 01, Desa Tugu Bandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi terbakar, Sabtu (13/6/2020) sekira pukul 17.15 WIB.

Menurut saksi mata, Yadi salah satu warga setempat juga anggota dari Barisan Benteng Raya Pajajaran (BBRP) Kabandungan, rumah yang terbakar tersebut milik Main.

"Saat itu Lelah (25) keluar rumah untuk melihat anaknya yang berada didepan rumah. Namun ketika mau masuk kerumah lagi tiba-tiba terlihat gumpalan api dari arah dapur," ujar Yadi, kepada tribunnews.my.id, saat dihubungi via pesan singkat aplikasi WhatsApp.

Dikatakan Yadi, ketika Lelah melihat api didalam rumah langsung berteriak dan warga sekitar pun segera kelokasi. Namun, dalam kurun waktu setengah jam rumah dan semua isinya habis terbakar.

"Semoga pihak korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. Saat ini kami dari keluarga besar BBRP membantu membereskan sisa-sisa kayu yang terbakar," terangnya.

Sementara, P2BK Kabandungan, Yusuf. K menyampaikan, api diduga berasal dari kompor gas hingga mengakibatkan rumah milik Main terbakar.

"Beruntung tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian masih dalam kajian tim. Kami (P2BK) melakukan assessment kelokasi kejadian bersama Forkopimcam dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tugu Bandung," jelasnya.

Ia menuturkan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Tagana, Pemdes, Babinsa, Babinkamtibmas serta relawan.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada. Dan apabila terdapat kejadian serupa ataupun lainnya dapat menghubungi call center (0266) 6323717," pungkasnya. (Mamat. S Dolen)***

Minggu, 07 Juni 2020

Diduga Gagal Fungsi Pengereman, Truk Box Hantam Guadrill Lalu Terguling


SUKABUMI|tribunnews.my.id- Sebuah truk box Hino nopol B 9153 UCL, terguling ditanjakan leter S Cikidang Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (6/6/2020).

Menurut saksi mata, Ucok warga Cijambe, kejadian tersebut akibat kendaraan yang di kemudikan Hendri Saepudin (41) warga Depok tersebut mengalami kegagalan fungsi pengereman.

"Mobil tersebut bermuatan daging, ikan dan makanan lainnya, melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu. Saat berada di turunan leter S fungsi pengeremannya gagal dan menabrak pembatas jalan (guadrill)," ujarnya.

Dikatakan ucok, dari kejadian tersebut sopir hanya mengalami luka lecet. Namun, bagian depan mobil penyot akibat menabrak guadrill.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dan sudah ditangani pihak kepolisian untuk menderek truk box tersebut," pungkasnya. (Mamat. S Dolen)***
© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved