All Posts - TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita -->

Senin, 22 Februari 2021

Babinsa Koba II Hadiri Rapat Pembentukan Posko RT SIGAP

TRIBUNNEWS.MY.ID|KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka merealisasikan arahan dari pemerintah pusat tentang program PPKM mikro, Bintara Pembina desa (Babinsa) Koramil 0906-09/Kota Bangun Serka Jamaludin menghadiri rapat pembentukan Posko RT SIGAP.

Kegiatan bertempat di Kantor Desa Kota Bangun II jalan Madya Utama RT 13 Desa Kota Bangun 2 Kecamatan Kota Bangun kabupaten Kukar, senin (22/2/2021).

Pembentukan posko RT SIGAP di desa Kota Bangum II merupakan usaha pemerintah Desa. Dimana dalam menekan dan mengurangi jumlah penyebaran Covid-19 di wilayah kecamatan Kota Bangun. Selanjutnya akan di berlakukannya pembatasan kegiatan masyarakat di tingkat mikro atau tingkat RT (Rukun Tetangga).

Serka Jamaludin menyampaikan dengan di bentuknya RT SIGAP di desa Kota Bangun II, di harapakan warga akan semakin bertanggung jawab dalam menjaga lingkungannya. Dan bersama-sama berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah pedesaan.

“Saya sebagai Babinsa Koba II, akan membantu pemerintah desa dalam mewujudkan Posko RT SIGAP ini. Dan kepada warga desa, saya harapkan kerja samanya dalam menjaga, serta partisipasinya membantu terlaksananya program pemerintah ini” tambah Serka Jamaludin.

Joko Purnomo selaku Kepala Desa Koba II menjelaskan, pembentukan RT SIGAP ini adalah sebagai alat pengendali kegiatan warga yang akan memasuki desa Kota Bangun, dimana warga dari luar daerah akan di lakukan pemeriksaan terlebih dahulu. (FT)


Kodim 09/06/Tenggarong Patroli Terpadu Sasar Angkringan

TRIBUNNEWS.MY.ID|KUTAI KARTANEGARA - Tim terpadu penanganan covid- 19, Kodim 0906/Tenggarong, Polres Kukar dan Satpol PP Kukar laksanakan patroli gabungan dengan menyasar angkringan dan cafe. Dimana yang berada diseputaran kecamatan Tenggarong pada minggu malam (01/02).

Selain memberikan sosialisasi serta arahan terkait surat edaran Bupati Kukar kepada pemilik angkringan dan cafe. Selanjutnya Tim terpadu juga menghimbau kepada pengunjung, agar menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi covid- 19 yang sampai saat ini masih berlangsung.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Serma Budianto saat memberikan sosialisasi dan himbauan kepada pemilik angkringan dan cafe. Dimana agar menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran Bupati Kutai Kartanegara, tentang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Kami dari Tim terpadu TNI-Polri dan Satpol PP Kukar menghimbau kepada pemilik angkringan, cafe maupun pengunjung agar mematuhi serta menerapkan protokol kesehatan diantaranya menggunakan masker dan menjaga jarak sosial”, himbaunya.

Kodim 0906/Tenggarong, Polres Kukar dan Satpol PP Kukar yang tergabung dalam Tim terpadu penanganan covid- 19 di Kutai Kartanegara, terus melakukan patroli serta operasi yustisi penegakan Prokes. Dimana sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid- 19 ditengah masih tingginya angka kasus paparan di wilayah kabupaten Kukar. (FT)


Aniaya Anak di Bawah Umur, Polresta Cirebon Tangkap Empat Anggota Geng Motor

TRIBUNNEWS.MY.ID|CIREBON - Jajaran Polresta Cirebon menangkap empat anggota geng motor yang terbukti menganiaya anak di bawah umur di kawasan Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (14/2/2021).

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M. Syahduddi mengatakan, keempat tersangka berinisial TI (21), AS (17), ZS (16), dan DA (15). Selain menganiaya, mereka juga mencuri sepeda motor korban.

Namun, sepeda motorv korban tersebut ditemukan di kebun milik warga yang berjarak kira-kira 500 meter dari lokasi kejadian pada keesokan harinya.

"Tiga tersangka masih di bawah umur, sehingga hanya satu tersangka yang dihadirkan kali ini," ujar Kombes Pol M. Syahduddi saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Senin (22/2/2021).

Ia mengatakan, peristiwa yang terjadi kira-kira pukul 03.00 WIB itu bermula saat para tersangka bertemu korban dan rekannya berboncengan mengendarai sepeda motor di jembatan merah Jalan P. Cakrabuana, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Para tersangka yang juga berboncengan mengendarai delapan sepeda motor itupun langsung mengacungkan senjata tajam ke arah korban sehingga korban merasa ketakutan dan langsung kabur.

Namun, komplotan tersangka yang diduga anggota geng motor tersebut berupaya mengejar korban hingga ke areal persawahan di Kecamatan Talun. Selanjutnya mereka menganiaya korban menggunakan senjata tajam dan botol minuman keras.

"TI ini menganiaya korban menggunakan gergaji besar yang dibawanya. Dari pengakuan yang bersangkutan, gergaji tersebut disimpan di jok motor dengan cara diduduki," kata Kombes Pol M. Syahduddi.

Akibatnya, korban mengalami luka-luka sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Dari mulai celurit, gergaji besar, dan pecahan botol miras yang digunakan untuk menganiaya korban, serta lainnya. Selain itu, sejumlah atribut geng motor yang terdiri dari jaket, bendera, dan lainnya juga turut diamankan petugas.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 365 juncto Pasal 170 juncto UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara. (SF)


Minggu, 21 Februari 2021

Polsek Kedawung Berikan Teguran Dan Masker Kepada 20 Pelanggar

TRIBUNNEWS.MY.ID|CIREBON - Polsek Kedawung, Polres Cirebon Kota (Ciko) pada hari minggu, menggelar Ops Yutisi dan memberikan teguran kepada pengendara roda dua. Dimana kepada warga yang tidak menggunakan helm dan masker saat berkendara.

Kegiatan Ops Yutisi tersebut, rutin dilakukan pada beberapa titik di area hukum Polsek Kedawung, sembari melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan penyebaran Covid-19.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan melalui Kapolsek Kedawung Kompol Abdul Qodirat menyatakan, Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan sasaran para pengendara R4 maupun R2 yang melintas yang tidak menggunakan Masker. Selanjutnya dilakukan pengecekan suhu badan, dan diberi sanksi sosial berupa Push Up serta pembagian masker gratis.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka penerapan Pendisiplinan protokol kesehatan 3 M (mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker) kepada warga masyarakat untuk mencegah Penyebaran dan Penularan Virus Covid-19 Wilayah Kecamatan Kedawung," tandas Kompol Abdul Qodirad.

"Apel Pra tugas dipimpin Panit 1 Lantas IPDA Anyu S dan di hadiri oleh Panit 2 Sabhara IPDA Heru S, Panit 2 Lantas AIPTU Sukaryana dan Personil Kedawung sebanyak 10 Personil," Imbuh Kasubbag Humas Polres Cirebon kota.

Lanjut Kasubag Humas menuturkan, Adapun hasil dari giat Ops Yustisi tersebut, melakukan peneguran sebanyak 20 orang masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker atau masker tidak digunakan dengan benar. Selanjutnya diberikan masker sebanyak 15 Pcs. (SF)


Bupati Purwakarta Menghadiri Acara Hari Peduli Sampah Nasional

TRIBUNNEWS.MY.ID|PURWAKARTA - Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun ini, merupakan momen berharga bagi kita semua untuk terus berkomitmen terhadap kebersihan lingkungan. Pemkab Purwakarta juga mendorong partisipasi masyarakat, dalam upaya menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi melalui gerakan memilah sampah.

Demikian disampaikan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2021 di Aula Janaka, Komplek Perkantoran Pemkab Purwakarta, Minggu (21/2/2021).

Selain mengajak para pelaku usaha untuk membangun komitmen dan berperan aktif untuk menjadikan sampah sebagai bahan baku industri daur ulang. Jajaran Pemkab Purwakarta juga akan terus mengkampanyekan sampah.

Dimana sebagai bahan baku ekonomi nasional dengan tetap menjaga kebersihan, dan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian disambung dengan pengelolaan sampah dengan langkah sederhana yaitu Reduce, Reuse dan Recycle (3R).

"Sampah dari hulunya itu merupakan dari masyarakat Purwakarta, terutama sampah domestik yang sampai hari ini masih menguasai sampah yang ada di Kabupaten Purwakarta. Hari ini kuotanya mencapai lebih dari 2.000 meter kubik perhari," kata Ambu Anne.

Sementara, Pemkab Purwakarta baru mempunyai dua Tempat Pembuangan Akhir (TPA), satu TPA belum memenuhi syarat, berlokasi di Kecamatan Tegalwaru.

"Untuk TPA yang ada di Cikolotok, Kecamatan Pasawahan, Insyaallah dalam waktu dekat akan diperluas agar bisa menampung sampah lebih banyak lagi," ucap Ambu Anne.

Menurutnya, jika berbicara tentang pengelolaan sampah di Kabupaten Purwakarta, tidak terlepas dari perilaku masyarakat. Pihaknya masih menemui kendala untuk mendorong kesadaran masyarakat. Dimana agar bisa mengelola sampah dari rumahnya masing-masing, kemudian dipilah berdasarkan jenis sampah organik dan anorganik.

"Meski tidak mudah namun kita terus sosialisasikan bersama seluruh stakeholder. Karena masyarakat yang menghasilkan sampah itu cakupannya sangat luas dan tidak terbatas kepada sampah yang dihasilkan dari domestik atau rumah tetapi lebih daripada itu ada yang menghasilkan sampah yang sangat tinggi, seperti restoran, rumah makan dan pasar," ujarnya.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah mandiri ini menjadi hal yang utama dalam program jangka panjang dan menengah, melalui program Gerakan Berkah Sampah untuk Purwakarta Istimewa (Raksapuri). "Kami berharap melalui program ini, keberhasilan pengelolaan sampah harus diwujudkan," kata Ambu Anne.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, Deden Guntara mengatakan, peringatan HPSN 2021 ini akan dijadikan momentum untuk mensosialisasikan program pengelolaan sampah mandiri dengan nama Raksapuri.

"Raksapuri terdiri dari kampung bersih bebas sampah, gerakan pilah sampah pengurangan sampah dan menjadikan sampah untuk rupiah. Secara teknis kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh bank sampah yang bekerja sama dengan desa atau kelurahan untuk menggerakkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan tersebut," kata Deden.

Menurutnya, untuk momentum kali ini di Kecamatan Purwakarta Kota akan melaksanakan selama tujuh hari. Namun, untuk selanjutnya ini akan menjadi kebiasaan baru baik masyarakat ataupun unsur pemerintahan untuk mengelola sampah secara mandiri.

Hal ini akan dilaksanakan secara terus menerus sebagai brand kegiatan persampahan di Kabupaten Purwakarta.

Dengan program Raksapuri, Deden berharap dapat merubah perilaku dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah agar lingkungan menjadi bersih dan sehat.

"Kemudian, hasil pemilahan sampah harus menjadi nilai ekonomi dan akhirnya sampah bisa berkurang. Tentu saja, targetnya yaitu 70 persen sampah bisa dikelola dan yang 30 persen kita residu dan baru dipindahkan ke tempat pembuangan akhir (TPA)," demikian Deden Guntari. (*)


Danrem 091/ASN Kunjungi Posko Penanganan Covid-19 di Kutim

TRIBUNNEWS.MY.ID|SAMARINDA - Meninjau pelaksanaan instruksi presiden terkait penanganan Covid -19, Danrem 091/Aji Surya Natakusuma (ASN) Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro,SIP.,M.Si berkunjung ke Kutim (Kutai Timur).

Dimana dalam hal ini guna melihat secara langsung kegiatan di Posko, yang berada di Kantor Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara. Minggu (21/02/2021).

Danrem menyampaikan, bahwa di Kutim instruksi tersebut telah dilaksanakan dengan diberdirikannya posko penanganan Covid-19 di setiap desa hingga tingkat RT dan RW.

Danrem juga menegaskan dalam upaya penanganan Covid-19, konsentrasi peningkatan kesadaran dan disiplin personal masyarakat sangat penting dilaksanakan sebagai dasar upaya penanganan.

"Saya dari Korem 091/ASN punya kewajiban untuk melihat kegiatan yang ada di Kodim. Kebetulan kemarin saya melaksanakan kegiatan di Kodim Bontang dan hari ini di Kodim Sangatta. Dimana dalam rangka untuk melihat sejauh mana pelaksanaan Instruksi Presiden terkait penanganan Covid-19," ujar Danrem.

Lanjut Danrem menuturkan, Alhamdulillah di Sangatta, saya lihat sudah melaksanakan Intruksi itu. Dan saya lihat sendiri sudah hampir di tiap desa sudah dilaksanakan pendirian posko, serta ketersediaan satgas sampai tingkat RT maupun RW.

Lebih lanjut, Danrem juga menyarankan adanya tindakan pendisiplinan kepada warga binaan sehingga penerapan protokol kesehatan dan juga pencegahan penyebaran Covid-19 daoat lebih optimal.

"Saya selama ini juga mendapat laporan dari para Dandim, memang tingkat kesadaran dan kepedulian untuk disiplin harus terus di sosialisasikan. Nah kalau ada masyarakat yang kurang sadar atau nakal, berikan satu tindakan disiplin untuk mengingatkan," imbuh Danrem.

Dikonfirmasi terpisah, Dandim 0909/Sangatta Letkol Czi Pabate yang mendampingi langsung kunjungan Danrem 091/ASN di Desa Singa Gembara.

Dandim menjelaskan bahwa dalam kunjungan tersebut, Danrem juga meminta penjelasan terkait sistem penanganan Covid-19 di tiap posko penanganan.

Selain itu Dandim juga menyebutkan, bahwa Kodim 0909/Sangatta melalui tiap Koramil terus melaksanakan edukasi  penerapan protokol kesehatan secara masif melalui Babinsa yang tersebar di setiap desa dan kecamatan.

"Tadi kami juga jelaskan bahwa dalam penanganan Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan kami twrus bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait,hingga ke pelosok," kata Dandim.

Lanjut Dandim menjelaskan, Instruksi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro juga terus kami gencarkan melalui Babinsa sebagai ujung tombak di masyarakat. (FT)


Serda Herry Berkunjung ke Penjemur Ikan Teri di Desa Tanjung Tengah

TRIBUNNEWS.MY.ID|PENAJAM  – Salah satu bentuk keakrapan aparat territorial kewilayahan atau Babinsa (Bintara Pembina Desa) terhadap warga Desa binaannya serta mempupuk tali silahturrahmi antar sesama.

Hal tersebut yang di lakukan oleh salah satu anggota Koramil 0913-01/Penajam Kodim 0913/PPU Serda Herry Babinsa Kelurahan Tanjung Tengah, dengan melaksanakan komsos (Komunikasi Sosial).

Kali ini Serda Herry mengunjungi kepada Indah (29 thn) dan Aidah Tanjung (46 THN) warga Rt 05 Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kab PPU saat menjemur ikan teri di halaman rumahnya. Minggu (21/2/2021).

Kegiatan Komsos tersebut juga merupakan pendampingan Home Industri yang dilaksanakan oleh Babinsa Serda Herry. Dalam hal ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, untuk selalu menjaga lingkungan hidup, serta memantapkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat di wilayah.

Dimana menuju masyarakat yang dapat meningkatkan taraf hidup dan pendapatan yang lebih baik, serta memotivasi warga. Dalam hal ini supaya bisa menembus pasar internasional didalam penjualan ikan teri yang bebas bahan kimia.

Serda Herry berharap, dengan mengolah kekayaan hasil laut, ekonomi warga binaanya bisa meningkat. Sehingga juga mampu untuk meningkatkan kesejahteraan mereka bersama keluarganya.

“Mudah-mudahan kekayaan alam laut, bisa terus memberikan penghidupan yang layak bagi setiap penduduknya, terutama para nelayan tradisional,” pungkasnya

Menurut Serda Herry, hasil ikan teri ini di peroleh dari sang suami yang berprofesi sebagai nelayan. Dimana dirinya berangkat pagi pulang sore yaitu dengan cara alat dogol. Dan sekali turun kelaut bisa sampai 45 Kg dalam kondisi basah dan setelah dikeringkan menyusut tinggal 10 Kg saja.

Menurut Indah ketika dikonfirmasi menuturkan, untuk penjualan biasanya kami antar ke pasar, ada juga yang langsung pesan, dan di ambil di rumah. Kemudian untuk harga, biasa kami jual 45 ribu per kilo tapi kalu di pasar bisa mencapai 50 ribu rupiah,” ujar Indah. (FT)


© Copyright 2020 TRIBUNNEWS, Bukan Sekedar Berita | All Right Reserved